Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah peristiwa bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia, sejak Senin (18/5) hingga Selasa (19/5) pukul 07.00 WIB.
Bencana hidrometeorologi basah seperti banjir masih menjadi atensi pemerintah daerah selama periode tersebut.
Kejadian pertama adalah banjir yang terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah pada Senin (18/5).
Adapun wilayah yang terdampak adalah Desa Tuladenggi Pantai Kecamatan Moutong. Sebanyak 66 warga terdampak atas kejadian ini.
Banjir juga merendam permukiman warga dan fasilitas lainnya. Tercatat 66 unit rumah, satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas ibadah dan satu fasilitas umum.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong telah melakukan asesmen dan upaya penanganan darurat. Kondisi terkini dilaporkan banjir sudah mulai surut.
Berikutnya, peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, setelah sebelumnya terjadi hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (18/5) pukul 08.54 Wita.
Sedikitnya 155 unit rumah warga di Desa Lawahan Kecamatan Tapin Selatan terendam banjir dengan tinggi muka air bervariasi.
Terdapat 589 jiwa terdampak atas kejadian ini. Berdasarkan pantauan visual dilapangan, debit air masih mengalami kenaikan.
BPBD Kabupaten Tapin berkoordinasi dengan instansi terkait guna penanganan darurat.
Masih di Provinsi Kalimantan Selatan, banjir terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Senin (18/5).
Lokasi terdampak antara lain Desa Kayu Jabah, Desa Jaranih, Desa Masiraan, Desa Palajau di Kecamatan Pandawan, Desa Mandingin, Desa Pajukungan, Kelurahan Bukat, Kelurahan Barabai Utara, Kelurahan Barabai Selatan, Kelurahan Barabai Darat, Kelurahan Barabai Timur di Kecamatan Barabai, Desa Paya Besar, Desa Aluan Besar di Kecamatan Batu Benawa.
Hasil kaji cepat sementara mencatat 2.489 unit rumah, 12 unit fasilitas ibadah, 13 unit fasilitas pendidikan, 15 unit perkantoran terdampak banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 10 sentimeter (cm) hingga 60 cm.
BPBD Hulu Sungai Tengah segera melakukan asesmen dan melakukan upaya penganan darurat.
Beralih ke Provinsi Jawa Barat, banjir terjadi di Kabupaten Cirebon. Hujan intensitas tinggi yang terjadi pada Senin (18/5) memicu peningkatan debit sungai hingga meluap ke perumahan warga.
Adapun lokasi terdampak berada di Kelurahan Kalijaga; Kelurahan Harjamukti di Kecamatan Harjamukti, Kelurahan Pegambiran, lalu Kelurahan Kasepuhan di Kecamatan Lemahwungkuk, Kelurahan Drajat di Kecamatan Kesambi, dan Kelurahan Jagasatru di Kecamatan Pekalipan.
Atas peristiwa ini sebanyak 1.363 unit rumah terdampak dan 5.139 warga terdampak.
Banjir juga memaksa 30 warga mengungsi ke rumah kerabat. Kondisi terkini, banjir berangsur surut dengan ketinggian air berkisar antara 40 cm hingga 150 cm.
BPBD Kabupaten Cirebon segera melakukan penanganan darurat dan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.
Menyikapi masih tingginya curah hujan di berbagai wilayah di tanah air yang memicu rangkaian bencana, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah.
Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman, sedangkan untuk warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air dan memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi. I




