Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyampaikan Orasi Ilmiah dalam Wisuda ke-23 Universitas Yudharta Pasuruan di Provinsi Jawa Timur.
Di hadapan 646 wisudawan dan wisudawati, dia menjadi orator ilmiah dengan orasi bertema Transformasi Industri Berbasis Inovasi dan SDM Unggul: Membangun Daya Saing Indonesia di Era Industri Berkelanjutan.
Sementara itu, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar juga menyampaikan Orasi Ilmiah dengan tema Moderasi Beragama sebagai Fondasi SDM Unggul dan Inklusif untuk Indonesia Maju.
Wamenperin Riza mengucapkan selamat kepada wisudawan dan wisudawati yang telah lulus dari kampus tercinta Universitas Yudharta Pasuruan.
“Untuk itu, kepada adik – adik akan menjadi generasi baru mengisi ruang dan tulang punggung pembangunan bangsa. Ini yang diharapkan oleh para dosen, oleh para pengajar untuk bisa siap tulang punggung pengabdian di tengah masyarakat sambil membangun apa yang menjadi karir dan cita – cita para wisudawan,” jelasnya.
Menurut Wamenperin Riza, para wisudawan dapat menjawab bahwa mampu menaklukkan dunia yang ada di depan mata.
“Saya tahu bahwa Pondok Pesantren dan Yayasan Darut Taqwa ini menjadi ruang yang sempurna untuk menempa diri bagi generasi muda. Jadi, saya yakin adik – adik semua adalah wisudawan wisudawati yang siap menghadapi semua tantangan yang akan dihadapi,” tuturnya.
Mengenai tenaga kerja sektor industri manufaktur saat ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan produktivitas nasional meningkat menjadi Rp147,7 juta per orang pada tahun 2029, naik dari Rp124,35 juta per orang pada tahun 2025 melalui penguatan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI).
Data Sumber Daya Manusia (SDM) Industri Kemenperin untuk sasaran kompetensi dan penyerapan dengan target tahun 2029 adalah 89% SDM industri ditetapkan kompeten, lalu 88% lulusan vokasi terserap kerja dan memiliki kompetensi.
Sampai dengan 30 Juni 2026, peminat pendidikan vokasi ada 61.744 pendaftar untuk kuota 4.566 orang (13 perguruan tinggi vokasi), sedagngkan pendidikan menengah vokasi ada 33.592 pendaftar untuk kuota 2.749 orang (sembilan SMK BPSDMI).
Capaian sebelumnya, yakni sepanjang tahun 2025, Kemenperin mencatat sebanyak 7.691 SDM industri kompeten baru telah dicetak melalui Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN). I







