Pameran Hari Batik Nasional Jadi Momentum Perkuat Ekosistem Industri Nasional

Kota Surabaya, Provinsi bersiap menjadi tuan rumah Hari Batik Nasional (HBN) ke-17 Tahun 2026 pada 30 September – 4 Oktober 2026 dengan mengusung tema Bangga Berbatik.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung melalui fasilitasi pameran dengan melibatkan 20 Industi Kecil Menengah (IKM) batik, talkshow dan penyerahan sertifikat Batikmark kepada tiga IKM penerima fasilitas.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menerima audiensi Yayasan Batik Indonesia (YBI) untuk membahas persiapan HBN 2026, yang menjadikan Batik Tulungagung sebagai icon, perhelatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat ekosistem industri batik nasional.

“Salah satu agenda utama adalah Pameran Hari Batik Nasional di Tunjungan Plaza 3, yang melibatkan IKM batik untuk memperkenalkan karya, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan Pameran Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya juga mencakup seminar nasional mengenai batik dan kolaborasi pengembangan sejumlah produk batik.

“Kemenperin mendorong adaptasi industri batik agar menyasar pasar generasi muda dan menerapkan prinsip berkelanjutan untuk pengembangan IKM batik nasional,” tutur Wamenperin Riza.

Data Kemenperin bahwa saat ini mencatat industri batik nasional didukung oleh hampir 6.000 unit usaha dan sekitar 200 sentra IKM yang tersebar di 11 provinsi.

Tepatnya, ada 5.946 industri batik yang menyerap sekitar 200.000 tenaga kerja sebagai sektor padat karya dengan Provinsi Jawa Tengah menjadi wilayah dengan produsen batik terbanyak secara nasional, yakni mencapai 2.299 unit produsen, menurut data Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kemenperin.

Mengenai kinerja ekspor, nilai ekspor produk batik Indonesia tercatat mencapai US$30,62 juta atau tumbuh sekitar 13,03%. I

 

Kirim Komentar
Baca Juga:  KKP - FAO Perkuat Program SFV untuk Budi Daya Perikanan Kecil Modern