Pemerintah melakukan pembahasan lintas kementerian dalam pengembangan industri semikonduktor nasional.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menghadiri rapat pembahasan rencana pengembangan industri semikonduktor di Indonesia bersama Wakil Menteri Sekretaris Negara.
Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan lintas kementerian, seiring dengan penetapan semikonduktor sebagai Kegiatan Prioritas Utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 – 2029 dan sebagai fondasi transformasi industri nasional.
“Saya mengadakan pertemuan untuk membahas rencana pengembangan industri semikonduktor nasional. Saat ini, ekosistem chip nasional tengah disiapkan, dari Sumber Daya Manusia (SDM) hingga infrastruktur,” jelas Wamenperin Riza usai Rapat Bersama Penyusunan Regulasi Industri Semikonduktor Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, lanjutnya, disampaikan bahwa kebutuhan chip dalam negeri terus meningkat, didorong oleh pertumbuhan industri elektronik, otomotif dan perangkat rumah tangga, sedangkan neraca perdagangan semikonduktor masih mencatat defisit.
“Oleh karena itu, pengembangan ekosistem dilakukan secara bertahap dan terintegrasi, mulai dari penguatan SDM dan penyiapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia atau SKKNI,” kata Wamenperin Riza.
Selain itu, dia menambahkan pengembangan bertahap dan terintegrasi juga mengenai pengembangan design house dan fasilitas Mobile Power Washing (MPW), hilirisasi pasir silika menjadi polysilicon hingga penyediaan infrastruktur, serta insentif yang lebih kompetitif.
“Upaya pengembangan ekosistem secara bertahap dan terintegrasi ini menuntut investasi besar dan penguasaan teknologi yang strategis,” ujar Wamenperin Riza.
Namun, katanya, dengan bonus demografi dan peluang diversifikasi rantai pasok global, Indonesia memiliki momentum untuk mengambil peran yang lebih kuat. “Pengembangan semikonduktor bukan sekadar agenda industri, melainkan pijakan menuju kedaulatan teknologi dan masa depan daya saing bangsa.”
Data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan bahwa saat ini, Indonesia telah memiliki satu industri perakitan dan pengujian semikonduktor di Batam, serta perusahaan desain Integrated Circuit (IC).
Namun, ekosistem semikonduktor nasional masih perlu diperkuat secara menyeluruh, terutama pada aspek pengembangan SDM, riset dan inovasi, serta integrasi ke dalam rantai pasok global.
Sebagai upaya konkret, Kemenperin menginisiasi program pengembangan ekosistem semikonduktor nasional melalui penguatan desain chip yang selaras dengan kebutuhan industri dan berorientasi pasar global.
Program tersebut telah masuk dalam daftar rencana pinjaman luar negeri jangka menengah atau Blue Book 2025 – 2029 dengan nilai pembiayaan sebesar US$16,185 juta.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah membangun kapabilitas SDM nasional di bidang desain chip, menyediakan infrastruktur bersama untuk riset dan prototipe, serta memperkuat kolaborasi antara industri, perguruan tinggi dan mitra global. I





