Acara Ground Breaking Ceremony Pengembangan BLK Maritim di BLK Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/11/2021). (Istimewa)
Bagikan Artikel

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)  mulai membangun Balai Latihan Kerja (BLK) Maritim di Makassar.

Program hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Austria ini dibiayai oleh Pemerintah Austria melalui skema soft loan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan, pengembangan BLK Maritim terdiri dari empat komponen utama, yaitu konstruksi Gedung, pengadaan peralatan pelatihan, pengembangan kurikulum, silabus, program dan modul pelatihan, serta pelatihan instruktur dan manajemen sesuai dengan standar Austria yang diakui di Eropa.

“Tentunya dengan kebutuhan di Indonesia, serta pelatihan instruktur dan manajemen,” ujarnya dalam acara Ground Breaking Ceremony Pengembangan BLK Maritim di BLK Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/11/2021).

Menaker Ida menuturkan, program BLK Maritim merupakan bagian dari pengembangan Vocational Training Center (VTC) di BLK Makassar.

Program ini merupakan wujud dari implementasi kebijakan semblilan Lompatan Besar Kemnaker, yaitu menjadikan BLK sebagai pusat pengembangan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja yang daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Beberapa komponen dalam transformasi BLK, lanjut Menaker, dilakukan melalui revitalisasi sarana dan prasarana serta revolusi SDM yang ada.

Menaker berharap, proyek pengembangan BLK Maritim ini dapat membuat kontribusi yang cukup besar tidak hanya untuk masyarakat di sekitar BLK Makassar, tapi juga ke seluruh Indonesia.

“Saya berharap kegiatan ini dapat dimulai pada tahun 2022, dengan adanya kegiatan ini dapat terjalin kerja sama antara Indonesia dan Austria, khususnya di bidang pelatihan kejuruan, serta dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kedua negara,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Budi Hartawan menyatakan, dalam menerapkan kebijakan transformasi BLK perlu dilakukannya inovasi dalam pola pendanaan revitalisasi BLK.

Inovasi tersebut baik dari segi sarana dan prasarana, program pelatihan, dan peningkatan kapasitas instruktur.

“Salah satu pola pendanaan yang dapat diimplementasikan melalui pinjaman luar negeri dari Pemerintah Austria dalam kegiatan pengembangan BLK Maritim di tiga lokasi, yaitu BBPLK Medan, BBPLK Serang, dan BLK Makassar,” kata Budi.

Dalam kesempatan yang sama, Kuasa Usaha Duta Besar Austria untuk Indonesia Philipp Rössl mengatakan, khusus di Makassar, pelatihan ini akan mendukung pengembangan potensi daerah di bidang perikanan dan kelautan.

Pusat pelatihan kejuruan maritim akan dapat menawarkan kursus baru di bidang listrik, pengerjaan logam, teknik kelautan, pengerjaan serat kayu dan kaca, serta pengelasan.

Pelatihan akan dilakukan secara komprehensif berupa pendalaman teori di kelas, latihan simulasi menggunakan simulator (simulator mesin dan simulator elektrik) di bengkel, dan kerja praktek di industri.

“Peran serta industri menjadi salah satu elemen utama dalam pelaksanaan program pengembangan BLK Maritim Makassar melalui pembentukan forum industri atau dewan keterampilan dari industri maritim dalam dan luar negeri yang akan memberikan pembinaan,” papar Philipp. I

 


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here