Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik

Pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dalam waktu dekat, meski situasi geopolitik di Timur Tengah membuat harga minyak mentah dunia bergejolak.

BBM subsidi yang dimaksud adalah Pertalite dan Biosolar (solar subsidi). Saat ini, harga Pertalite ditetapkan sebesar Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar sebesar Rp6.800 per liter.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, pemerintah tidak akan mengubah harga BBM subsidi setidaknya hingga perayaan Idulfitri 2026.

“Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan hari raya tidak ada kenaikan apa – apa. Sekalipun ada terjadi kenaikan harga minyak akibat perang Israel, Amerika dan Iran,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Namun, untuk BBM non-subsidi, seperti Pertamax dan sejenisnya, Bahlil menambahkan, penyesuaian harga tetap mengikuti mekanisme pasar sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022.

Terkait dengan ketersediaan energi, dia menjamin stok BBM hingga elpiji dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri 2026.

“Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idulfitri, insyaallah semua aman, termasuk dengan elpiji. Jadi, enggak perlu ada keraguan, sekalipun memang terjadi dinamika global di Iran dan Israel,” tuturnya.

Menurut Bahlil, pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga secara intensif hingga masa libur Lebaran usai, guna memastikan aktivitas ekonomi nasional dan mobilitas masyarakat berjalan lancar tanpa terkendala.

Adapun gejolak global terjadi seiring memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat dan Iran. Situasi tersebut memicu fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Harga minyak mentah berjangka Brent saat ini sudah berada di level US$83,62  per barrel, jauh di atas asumsi APBN 2026 yang mematok harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar US$70 per barrel. I

 

Kirim Komentar
Baca Juga:  Perdagangan Karbon Sektor Kehutanan Segera Diresmikan