Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan membuka secara resmi Food Festival UMKM yang digelar oleh Bank Perkreditan Rakyat Madani Sejahtera Abadi (BPR MSA) selama tiga bulan kedepan di Atrium Galeria Mall Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) agar naik kelas melalui perluasan akses pemasaran dan penguatan daya saing produk.
Wawan menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPR MSA yang menghadirkan ruang promosi bagi UMKM makanan di pusat perbelanjaan modern.
“Hari ini saya membuka pameran Food Festival UMKM oleh BPR MSA. Ini langkah positif, karena BPR MSA mengajak UMKM makanan untuk bisa menjual produknya di Galeria Mall yang sudah dipersiapkan bekerja sama dengan pengelola,” ungkapnya.
Tujuannya, dia menambahkan, agar UMKM bisa lebih tangguh dan berhadapan langsung dengan customer, sehingga menjadi tantangan untuk meningkatkan produk, harga, maupun packaging.
Dia menegaskan, kehadiran Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dalam pembukaan festival tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan UMKM lokal.
“Kami hadir di sini untuk memberikan dukungan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta mendukung upaya yang dilakukan MSA dalam kegiatan ini untuk mengembangkan UMKM naik kelas. Semoga bermanfaat,” jelasnya.
Menurut Wawan, produk – produk yang lolos seleksi dan layak harus segera dipasarkan. “Tadi saya lihat produknya cukup bagus – bagus, luar biasa.”
Sementara itu, Direktur Utama BPR MSA Tri Agung Pujiantoro menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaganya yang secara khusus mengambil segmen pembiayaan dan pembinaan UMKM di Kota Yogyakarta.
“Ini salah satu program dari konsen BPR MSA yang berada di kota. Kami memang mengambil segmen khusus untuk UMKM. Sebagai perwujudannya, kami ingin UMKM itu naik kelas, salah satunya dengan mempersiapkan pelatihan, pembinaan, dan membantu dalam pemasaran,” katanya.
Kegiatan ini bagian dari cara membuat UMKM bisa memasarkan produk-produk mereka.
Manajemen BPR MSA menyatakan, BPR MSA telah membina ribuan UMKM. Meskipun menurutnya masih memiliki keterbatasan kapasitas membuat penampilan produk dilakukan secara bergiliran setiap periode.
Food Festival ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan sebagai tahap uji coba dan evaluasi.
“Kita mencoba selama tiga bulan. Nanti akan kita evaluasi kalau baik kita lanjut lagi. Semua yang siap untuk kita tampilkan akan ditampilkan,” ujar Tri Agung. I
