Pemprov Banten dan Jakarta Kolaborasi Atasi Banjir serta Sampah

Gubernur Banten Andra Soni menemui Gubernur Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam penanganan banjir, serta pengelolaan sampah, khususnya di wilayah aglomerasi Tangerang Raya dan Provinsi Jakarta.

Turut hadir mendampingi, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Wali Kota Tangerang Sachrudin.

​Andra mengungkapkan bahwa penanganan banjir yang kerap melanda wilayah Tangerang Raya tidak dapat diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sendirian, karena diperlukan kolaborasi dan dukungan dari wilayah mitra, seperti Provinsi Jakarta, termasuk dalam pengelolaan sampah.

“Banten dan DKI Jakarta itu sejatinya saling membutuhkan. Oleh karena itu, kolaborasi ini harus terus kita perkuat,” ujarnya.

​Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, dia menambahkan, para kepala daerah sepakat untuk berkolaborasi menyelesaikan persoalan lintas batas.

Menurut Gubernur Andra, salah satu strategi penanganan banjir yang disepakati adalah pembangunan sejumlah tandon bersama untuk menampung debit air hujan.

​”Melalui tendon – tandon itu, air bakunya nanti bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

​Sementara itu, terkait penanganan sampah, wilayah Tangerang Raya berkomitmen melakukan pengelolaan mandiri menjadi energi listrik (pembangkit listrik tenaga sampah) sesuai arahan pemerintah pusat.

Adapun sampah organik akan diolah menjadi produk bernilai ekonomis yang melibatkan masyarakat setempat.

​Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menambahkan, pertemuan tersebut juga membahas optimalisasi aset lahan milik Pemprov Jakarta yang berada di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.

Lahan tersebut rencananya akan dialokasikan untuk kawasan permukiman, pertanian dan tandon pengendali banjir.

​”Sebab, dari total lahan yang ada, baru 1,4 hektare yang digunakan untuk Lapas (Lembaga Pemasyarakatan). Sisanya akan dimanfaatkan sesuai peruntukan, yakni 38 hektare untuk pertanian dan tandon, serta 47 hektare untuk permukiman,” tutur Maesyal. I

Baca Juga:  Mantapkan Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional

 

Kirim Komentar