Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) segera membentuk tim untuk mengevaluasi pemanfaatan aset milik Pemda Provinsi Jawa Barat dengan tujuan agar dapat memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah pada tahun 2026.
Kepala Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Jabar Norman Nugraha mengungkapkan, seluruh aset Pemprov Jabar, baik yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga maupun yang disewakan, akan dievaluasi.
“Evaluasi dilakukan terhadap berbagai aspek, termasuk nilai sewa dan peruntukan asset,” tegasnya.
Menurut Norman, evaluasi pemanfaatan aset dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Jawa Barat, tapi angka pastinya masih menunggu hasil evaluasi. “Intinya untuk optimalisasi pendapatan kami juga.”
Dia menyebutkan, sedikitnya ada empat aset milik Pemprov Jabar dengan lahan tergolong luas yang saat ini disewakan.
Contohnya, lahan di Gasibu Jalan Diponegoro yang telah berdiri Hotel Pullman dan Ibis, lapangan golf dan Hotel Bandung Giri Gahana di Sumedang, lapangan golf Arcamanik, serta Pondok Seni Pangandaran.
Kemudian, tidak menutup kemungkinan aset-aset lahan yang belum dimanfaatkan dapat disewakan untuk pembangunan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan Pemprov Jabar dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). I
