Pemprov Sumut Tawarkan Investasi di KEK dan BRT ke Perusahaan Jepang

Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprov Sumut) menawarkan investasi kepada perusahaan asal Jepang, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dan transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT).

Menurut Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, KEK Sei Mangkei ini merupakan kawasan industri terpadu diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Bapak – bapak dan ibu bisa melihat apa saja investasi yang pas, sekaligus bisa mendapatkan informasi yang akurat tentang investasi apa saja di kawasan itu,” ujarnya usai audiensi pimpinan PT Hankyu Hanshin di Kantor Gubernur Sumut, Medan.

Dia menjelaskan, Provinsi Sumut memiliki banyak potensi investasi, seperti sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, pendidikan, kesehatan hingga sumber daya mineral, baik yang sudah ada maupun terbarukan.

Namun, lanjutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan sendiri oleh Pemprov Sumut dan memerlukan kolaborasi dengan para investor.

“Kami menyambut baik kedatangan PT Hankyu Hanshin di Sumut. Harapannya PT Hankyu Hanshin bisa mengembangkan investasinya yang sudah ada di Sumut, bukan hanya di sektor properti dan residensial saja,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumut Nurbaiti Harahap menuturkan, saat ini investasi di Provinsi Sumut masih didominasi investor asal Malaysia dan Singapura.

Dia berharap, PT Hankyu Hanshin dapat memperluas investasi ke sektor industri, khususnya di KEK Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.

“Sudah ada 25 perusahaan yang berdiri di KEK Sei Mangkei. Unilever adalah perusahaan dengan investasi terbesar di sana. Rencananya ada dua perusahaan Jepang juga menyusul, dan sedang dalam tahap pembangunan,” ungkapnya.

Selain KEK Sei Mangkei, Nurbaiti juga menawarkan peluang investasi di sektor transportasi, seiring pengembangan transportasi massal BRT di Sumut.

Baca Juga:  Pemerintah Catat KEK Serap Investasi Rp82,6 Triliun Selama Tahun 2024

President Director PT Hankyu Hanshin Takeda Takashi menyampaikan, selama ini investasi perusahaan diarahkan ke kota – kota yang memiliki potensi besar. “PT Hankyu Hanshin selama ini fokus pada sektor properti dan residensial.”

Menurutnya, PT Hankyu Hanshin memiliki investasi di delapan negara, di antaranya sekitar 50% berada di Indonesia.

Dia juga menjelaskan, nilai investasinya di Indonesia mencapai hampir Rp15 triliun dan perusahaan tersebut awalnya bergerak di sektor transportasi.

Di Indonesia, PT Hankyu Hanshin telah berinvestasi pada sejumlah proyek properti premium dan komersial, termasuk kepemilikan mayoritas Central Park Mall dan Neo Soho Mall di Jakarta, serta proyek residensial di BSD dan Sentul.

Di Kota Medan, Sumatra Utara, perusahaan tersebut juga telah berinvestasi di Deli Park dan Podomoro.

“Jadi, di Jepang itu awalnya adalah perusahaan yang bergerak di sektor transportasi, BRT, LRT dan lainnya. Kalau ada transportasi maka ada terminal dan mal, begitu juga ada kawasan hunian yang semuanya terkoneksi,” tutur Takeda. I

Kirim Komentar