Desa wisata platform digital. (Bandara)
Bagikan Artikel

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendorong agar pengelola desa wisata di seluruh Indonesia agar benar-benar memanfaatkan secara maksimal platform digital.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uni, platform digital ini termasuk sosial media dengan membuat konten kreatif dalam bingkai strategi digital marketing.

“Jadi, dengan begitu dapat terwujud desa wisata sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu mendorong pembangunan daerah, dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya dalam “Bimtek & Workshop Online Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 untuk Wilayah IV” yang digelar secara daring, Selasa (27/7/2021).

Saat ini, Sandiaga menjelaskan, pihaknya melihat bahwa tren ke depan akan sangat bergantung kepada kecepatan meningkatkan keterampilan digital.

“Keterampilan itu adalah pengelola desa wisata untuk bisa masuk ke dalam ekonomi digital dan ekonomi berbasis kreatif, serta bagaimana mengelola daya tarik wisata untuk disebarluaskan melalui platform digital,” tuturnya.

Melalui bimbingan teknis dan workshop online yang kali ini diikuti lebih dari 300 pengelola desa wisata di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat ini, diharapkan para peserta dapat mendapat pemahaman yang lebih terkait hal tersebut.

“Seperti pemahaman tentang SEO (Search Engine Optimization) yang menjadi sangat penting, karena setiap individu ketika masuk ke digital berawal dari search dan angkanya mencapai 80%,” kata Sandiaga.

Kemenparekraf akan terus memberikan pendampingan dan pelatihan bagi pengelola desa wisata secara berkala. Tidak hanya di dalam ajang ADWI, tapi secara simultan melalui berbagai program kedeputian yang ada di Kemenparekraf/Baparekraf.

Influencer yang menjadi salah satu anggota dewan juri ADWI 2021 Atta Halilintar menegaskan, peran digital marketing, khususnya sosial media saat ini memang begitu tinggi.

Penetrasi dan kecepatan internet di Indonesia juga terus berkembang.

Sebanyak 67% user yang melihat iklan offline melanjutkan pencarian di internet.

Sekitar 57% orang yang menonton iklan di televisi juga melakukan pencarian di internet. Strategi pemasaran melalui digital juga memiliki jangkauan yang luas dan rentan waktu yang lama. I

 


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here