Percepatan Mobilitas Masyarakat Melalui Bandara Mararena

Pelaksanaan penerbangan perintis melalui Bandara Udara (Bandara) Mararena sudah dimulai sejak 12 Januari 2026, yang merupakan bagian dari program subsidi angkutan udara perintis dengan tujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Bahkan, keberadaan rute penerbangan dari bandara yang berlokasi di Desa Mararena, Kecamatan Sarmi, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua ini juga mempercepat mobilitas masyarakat dan mendukung pemerataan pembangunan, serta pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Kabupaten Sarmi dan sekitarnya.

Instagram @bandara.mararena menjelaskan bahwa jadwal penerbangan perintis yang sudah dilakukan menggunakan maskapai Susi Air dengan jadwal setiap Senin dan Jumat.

Penerbangan perintis di bandara yang panjang landasan pacu (runway) 750 meter x 23 meter ini memiliki rute dari Sarmi – Jayapura pergi pulang (pp) yang menetapkan harga tiket sekitar Rp508.960, sedangkan untuk rute sebaliknya dari Jayapura – Sarmi ditetapkan harga tiket sekitar Rp583.310.

Menurut Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mararena Agustinus Felle, rekapitulasi penerbangan yang melalui bandara ini selama Januari 2026 tercatat pergerakan kedatangan dan keberangkatan masing – masing sebanyak 18 pesawat.

“Selama Januari 2026, jumlah penumpang kedatangan ada 18 orang dan keberangkatan ada 20 orang, sedangkan jumlah bagasi kedatangan sekitar 129 kg dan keberangkatan 79 kg,” jelasnya.

Agustinus mengatakan bahwa bandara tidak hanya menghubungkan antarwilayah, melainkan juga berperan sebagai tempat bongkar muat barang dan naik turun penumpang, tempat perpindahan antarmoda transportasi, bahkan sebagai tempat kegiatan preflight, serta postflight maskapai penerbangan.

Perjalanan dengan transportasi udara menjadi pilihan satu – satunya yang tidak hanya efisien waktu melainkan juga efisien biaya, mengingat perjalanan darat dari Kota Jayapura ke Kabupaten Sarmi ditempuh dalam waktu tujuh jam atau delapan jam.

Tidak hanya itu, karena berada dekat dengan Samudera Pasifik di sisi Utara, membuat ombak di lepas pantai Kabupaten Sarmi sangat menarik bagi para peselancar, apalagi kualitas ombak mendunia, sehingga wilayah ini juga dikenal sebagai Kota Ombak. I

Kirim Komentar