Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimpun kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Selasa (31/3) pukul 07.00 WIB hingga Rabu (1/4) pukul 07.00 WIB.
Dari pendataan tersebut, kejadian berdampak signifikan didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah di Pulau Jawa.
Hujan disertai angin kencang melanda Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Senin (30/3).
Kejadian ini menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan pohon tumbang yang menutup sejumlah akses jalan di Kecamatan Megaluh (Desa Kedungrejo), Ploso (Desa Rejoagung dan Tanggungkramat), serta Kesamben (Desa Jombok).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang mencatat sebanyak 23 unit rumah rusak ringan, 1 unit rumah rusak sedang dan 2 unit tempat usaha rusak ringan.
Selain itu, terdapat enam pohon tumbang, kerusakan jaringan listrik, fasilitas kesehatan, 4 unit kendaraan roda empat dan akses jalan tol KM 704 terdampak kejadian ini.
BPBD bersama tim gabungan berkoordinasi untuk perbaikan jaringan listrik dan infrastruktur terdampak, serta memberikan bantuan sementara berupa terpal di lokasi kejadian.
Pada Selasa (31/3), pohon tumbang telah selesai dibersihkan dan beberapa akses jalan dapat kembali dilalui warga setempat.
Masih di Provinsi Jawa Timur, peristiwa serupa terjadi di Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, pada Senin (30/3).
Kejadian ini menyebabkan tiga unit rumah rusak sedang dan 14 unit rumah rusak ringan.
BPBD Kabupaten Probolinggo melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan lintas lembaga terkait untuk proses perbaikan rumah rusak.
Fenomena cuaca ekstrem juga melanda beberapa wilayah di Jawa Tengah. Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan kerusakan 29 unit rumah di Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang pada Senin (30/3).
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Semarang melakukan pembersihan pohon tumbang yang menghalangi akses jalan dan pembersihan material rumah rusak.
Pada hari yang sama, kejadian serupa juga melanda lima desa di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Senin (30/3).
Adapun desa terdampak antara lain Desa Terangmas, Kalijero, Glagahwaru dan Medini.
Peristiwa ini menyebabkan dua unit rumah rusak berat, tiga pohon tumbang dan sebanyak 395 unit rumah terdampak.
BPBD Kabupaten Kudus mengerahkan sejumlah peralatan untuk memotong dan membersihkan material pohon tumbang.
Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menyebabkan 29 unit rumah mengalami rusak ringan di Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Senin (30/3).
BPBD Kabupaten Pati melakukan kaji cepat ke lokasi kejadian dan pembersihan material rumah rusak.
Beralih ke wilayah Jawa Barat, hujan lebat dan angin puting beliung melanda Desa Mekarsari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung pada Senin (30/3).
BPBD Kabupaten Bandung melaporkan 15 unit rumah rusak sedang, 1 unit rumah rusak berat dan 1 unit fasilitas kesehatan, serta pendidikan terdampak.
Selain itu, BPBD bersama tim gabungan melakukan pembersihan pohon tumbang dan mendistribusikan bantuan logistik.
Fenomena angin puting beliung disertai hujan es melanda Desa Cicau di Kecamatan Cikarang Pusat dan Desa Ciantra, Sukadami, serta Serang di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Senin (30/3).
BPBD Kabupaten Bekasi melakukan asesmen dan memberikan bantuan logistik permakanan kepada masyarakat terdampak.
Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan kerusakan material atap rumah warga di Desa Sinarjaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Senin (30/3).
Sebanyak 5 unit rumah rusak ringan dan satu unit rumah rusak berat. BPBD Kabupaten Bogor berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung perbaikan atap rumah warga terdampak.
Selain fenomena cuaca ekstrem, bencana banjir melanda Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Minggu (29/3).
Kejadian ini dipicu oleh hujan lebat yang menyebabkan arus air pada saluran drainase meluap ke Jalan Raya Cipanas dan menyeret satu unit sepeda motor ke gorong – gorong.
Dilaporkan dua orang hilang akibat kejadian ini. BPBD Kabupaten Cianjur bersama tim gabungan melakukan kaji cepat dan pencarian korban hilang. Hingga Selasa (31/3), korban hilang masih dalam proses pencarian.
Banjir juga terjadi di Desa Pertik, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh pada Selasa (31/3).
Berdasarkan hasil kaji cepat di lokasi kejadian, sebanyak 10 unit rumah dan 1 unit fasilitas pendidikan, serta kesehatan terdampak banjir.
BPBD mengerahkan satu regu TRC ke lokasi kejadian. Hingga Rabu (1/4), banjir berangsur surut.
Pada saat yang sama, fenomena angin puting beliung terjadi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.
Peristiwa ini melanda tujuh desa di empat kecamatan antara lain Kecamatan Pagar Merbau (desa Pasar Miring), Batang Kuis (Desa tanjung Sari, Bintang Meriah, Bakaran Batu dan Batang Kuis Pekan), Lubuk Pakam (Desa Bakaran Batu), dan Galang (Desa Jaharun B).
BPBD Kabupaten Deli Serdang mencatat sebanyak 50 unit rumah rusak ringan, 22 unit rumah rusak sedang, 5 unit rumah rusak berat, 2 unit fasilitas pendidikan, dan 1 unit tempat ibadah terdampak.
Kejadian ini juga menyebabkan satu orang mengalami luka ringan. BPBD bersama warga setempat melakukan gotong royong membersihkan material rumah rusak.
Di samping peristiwa bencana hidrometeorologi basah, fenomena kekeringan terjadi di Desa Natai Baru dan Bungur di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Kondisi ini dipicu oleh sumber air atau embung milik warga yang mengalami penurunan debit air, karena wilayah tersebut tidak dilanda hujan selama delapan hari sejak Selasa (24/3) hingga Selasa (31/3).
Sebanyak 712 jiwa terdampak peristiwa ini. BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat mendistribusikan air bersih sebanyak 8.000 liter menggunakan dua mobil tangki.
Menurut prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada Rabu (1/4), hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga 3 April 2026, khususnya Pulau Jawa yang berpotensi dilanda hujan lebat disertai angin kencang.
BMKG turut memprediksi awal musim kemarau tahun ini akan terjadi mulai April hingga Juni di berbagai wilayah, yang ditandai dengan perubahan cuaca yang signifikan dan cepat, seperti hujan yang tiba – tiba, angin kencang hingga suhu udara yang terasa lebih panas.
Menyikapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Masyarakat juga diimbau untuk memantau informasi cuaca secara berkala, memelihara saluran drainase di lingkungan masing – masing, memangkas pohon yang berpotensi tumbang, serta menyiapkan rencana evakuasi mandiri apabila terjadi hujan lebat dalam durasi lama yang membatasi jarak pandang.
Guna mengantisipasi musim kemarau, pemerintah daerah diimbau untuk mengantisipasi potensi kekeringan dengan melakukan penampungan dan filtrasi air hujan sebagai cadangan air bersih bagi masyarakat di wilayah rawan kekeringan atau yang berpotensi mengalami hari tanpa hujan dalam jangka waktu lama. I






