Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 14 Februari 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Laporan kejadian bencana yang berhasil dihimpun sejak Jumat (13/2) hingga Sabtu (14/2) pukul 07.00 WIB, adalah sebagai berikut.

Kejadian pertama berupa banjir terjadi di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada Kamis (12/2). Wilayah terdampak berada di Kecamatan Wewiku, Weliman dan Malaka Barat.

Bencana ini berdampak pada 30 unit rumah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera menuju lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat. Data terkini per Jumat (13/2) banjir dilaporkan sudah surut total.

Beralih ke Provinsi Sumatra Utara, banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Nias Selatan pada Rabu (11/2).

Banjir berdampak pada di Kecamatan Teluk Dalam dan Luahagundre, dengan total 512 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

BPBD bersama tim gabungan telah melakukan upaya penanganan. Usai banjir dilaporkan surut pada Jumat (13/2) tim gabungan kini bergotong royong membersihkan sisa material banjir.

Selain banjir, kejadian tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Nias Selatan.

Kejadian ini mengakibatkan sembilan kepala keluarga terdampak hingga mengalami kerusakan pada rumahnya.

Longsor juga berdampak pada insfrastruktur jalan, yakni satu ruas jalan provinsi dan beberapa ruas jalan kabupaten tertutup serta mengalami kerusakan.

Pemerintah daerah bersama BPBD telah melakukan evakuasi warga terdampak, pembersihan material dan pengerahan alat berat.

Hingga Jumat (13/2), proses pembersihan masih berlangsung dan terdapat potensi longsor susulan di beberapa titik.

Selain banjir, kejadian angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis (12/2) pukul 14.30 WIB.

Lokasi terdampak berada di Kecamatan Kecamatan Citeureup dan Cibinong.

Sedikitnya 86 unit rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang terbawa angin kencang.

Sebanyak 86 KK terdampak dan satu kepala keluarga sempat mengungsi. BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan penanganan darurat, pendataan dan pembersihan material.

Kondisi terkini dilaporkan sudah kondusif dan warga bergotong – royong melakukan perbaikan rumah yang terdampak.

Menyikapi rangkaian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah.

Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman.

Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air dan memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi. I

 

Kirim Komentar