Posduklognas Halim Salurkan 17,6 Ton Bantuan Bank Indonesia untuk Gempa NTT

Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Halim Perdanakusuma, Jakarta terus mengoptimalkan penerimaan dan pendistribusian bantuan untuk masyarakat terdampak.

Salah satu dukungan yang diterima berasal dari Bank Indonesia berupa bantuan logistik dengan total 17.688 kilogram, yang disalurkan secara bertahap menuju sejumlah wilayah terdampak di NTT.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi hingga ke wilayah sasaran.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menyatakan, apresiasi dan penghargaan kepada Bank Indonesia atas kepedulian, serta dukungan yang diberikan untuk masyarakat NTT.

“Dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya kita dalam menangani dampak bencana sekaligus memberikan harapan bagi masyarakat untuk segera bangkit,” ujarnya saat Giat Pelepasan Bantuan Kemanusiaan atas Bencana Gempa Bumi di NTT di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Senin (31/8).

Raditya menjelaskan bahwa sejak kejadian gempabumi pada 15 Agustus 2026, BNPB bersama kementerian/lembaga, TNI dan berbagai unsur terkait terus mengelola penerimaan dan pendistribusian bantuan melalui Posduklognas Halim.

Dukungan logistik yang diterima kemudian disalurkan menuju wilayah terdampak dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing daerah.

Dia menjelaskan, mekanisme distribusi terus diperkuat agar bantuan dapat bergerak langsung menuju kabupaten atau wilayah yang membutuhkan.

Selain melalui jalur udara bersama TNI Angkatan Udara dan penerbangan komersial, pengiriman juga dilakukan melalui jalur laut dengan dukungan TNI Angkatan Laut, serta melalui jalur darat menggunakan armada truk.

Berdasarkan data bantuan Bank Indonesia per 30 Agustus 2026, sebanyak 17.688 kilogram bantuan telah diterima di Posduklognas Halim.

Dari jumlah tersebut, 16.441 kilogram atau sekitar 93 persen telah didistribusikan menuju wilayah terdampak, sementara 1.247 kilogram masih tercatat sebagai stok di gudang.

Baca Juga:  Lebih dari 5.000 Warga Bertahan di Pengungsian Pascagempa NTT

Bantuan tersebut dikirim melalui jalur darat dan udara menuju sejumlah wilayah antara lain Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, dan Maumere.

Jenis bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak di antaranya beras, kasur, tikar, selimut, terpal, perlengkapan kebersihan, sabun, popok bayi dan dewasa, pembalut, hygiene kit, makanan, air mineral, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Raditya menegaskan bahwa penanganan bencana tidak semata-mata mengenai pengiriman bantuan logistik, tetapi juga bagaimana seluruh unsur dapat menghadirkan harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Hal ini menjadi wujud solidaritas segenap komponen bangsa untuk membantu saudara kita yang terdampak gempa bumi,” tuturnya.

Dukungan Bank Indonesia dalam penanganan bencana juga bukan kali pertama diberikan.

Raditya mengapresiasi konsistensi dukungan Bank Indonesia dalam berbagai situasi kedaruratan dan berharap semangat kolaborasi tersebut terus terjaga untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.

“Tidak ada bencana yang lebih besar daripada semangat kita untuk bangkit bersama,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan Update Harian Posduklognas Penanganan Darurat Bencana Gempabumi NTT per Sabtu (29/8), bantuan yang masuk ke Posduklognas Halim mencapai 4.813 kilogram atau sekitar 5 ton dari sembilan donatur.

Pada hari yang sama, sebanyak 21.738 kilogram atau sekitar 22 ton bantuan telah didistribusikan, salah satunya melalui satu sorti penerbangan TNI Angkatan Udara dengan tujuan Maumere.

Dengan demikian, total barang bantuan yang tercatat berada di gudang Posduklognas Halim pada 29 Agustus 2026 mencapai 46.399 kilogram atau sekitar 46 ton.

Posduklognas terus mengoptimalkan penerimaan, pengelolaan, dan distribusi bantuan dengan prinsip tepat jenis, tepat jumlah dan tepat waktu untuk mendukung percepatan pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di NTT. I

Kirim Komentar