Pos Logistik (Poslog) Kualanamu mendistribusikan bantuan pangan dan nonpangan seberat 13,75 ton ke wilayah Sumatra Utara dan Aceh.
Tonase bantuan yang dikirimkan via darat tercatat pada Jumat (9/1) hingga pukul 16.00 WIB.
Pendistribusian bantuan dari Poslog Kualanamu, Sumatra Utara, tersebut menuju tiga wilayah di Provinsi Aceh, yaitu Aceh Tamiang, Aceh Singkil dan Lhokseumawe.
Selain itu, bantuan juga disalurkan tiga wilayah lain di Sumatra Utara, di antaranya Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara. Tidak ada bantuan yang dikirimkan melalui udara pada hari ini.
Poslog yang berada di kawasan Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, juga menerima bantuan dengan tonase 20.563 kg.
Sampai dengan Jumat (9/1) Poslog masih mengelola 264,99 ton bantuan berupa perlengkapan, peralatan, sandang, kendaraan serta sembako yang dibutuhkan dalam penanganan darurat.
Poslog terus mendistribusikan bantuan kepada wilayah yang masih membutuhkan dukungan logistik, baik di Provinsi Sumatra Utara dan Aceh.
Esok hari, Sabtu (10/1), Poslog akan mendistribusikan bantuan melalui darat dan udara.
Pengiriman jalur darat ditujukan ke wilayah Sibolga, Bener Meriah dan Langkat. Sedangkan pengiriman 2 ton via udara akan disalurkan ke Gayo Lues, Aceh.
Sore tadi, personel BNPB telah menyiapkan pengemasan bantuan, sehingga pengirimannya sesuai dengan perencanaan logistik ke wilayah Sumatra Utara dan Aceh.
Sejauh ini, Poslog yang dipimpin BNPB mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang masih dibutuhkan di lapangan di antaranya tenda keluarga, alat kebersihan, pakaian, matras, selimut, Kasur lipat, alat mandi, peralatan sekolah, peralatan dapur, peralatan makan, obat dan permakanan.
Secara umum di tiga provinsi, distribusi logistik tetap dilakukan meskipun beberapa wilayah kabupaten/kota sudah masuk pada fase transisi darurat ke pemulihan.
Hal tersebut disebabkan masih ada masyarakat bergantung kebutuhan pangannya pada dapur umum. Oleh karena itu, bantuan masih terus disalurkan ke lapangan. I
