Kampung Bukit Tempurung, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang terus berbenah pascabanjir yang merendam kawasan tersebut secara merata sejak akhir November 2025.
Meski air telah lama surut, jejak banjir akibat cuaca ekstrem masih tampak di sejumlah sudut wilayah hingga saat ini.
Pemerintah daerah bersama masyarakat terus bergerak memulihkan kawasan yang menjadi salah satu wajah perekonomian Kota Kuala Simpang tersebut.
Berbagai upaya dilakukan secara bertahap untuk mengembalikan fungsi wilayah, terutama sebagai pusat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Meski belum sepenuhnya pulih, kerja bersama atau berandanan (gotong royong) mulai menunjukkan hasil nyata. Jalur – jalur yang sebelumnya tertutup lumpur tebal kini sudah dapat diakses kembali.
Namun, tantangan masih tersisa. Saluran drainase di sejumlah titik masih tersumbat sampah dan endapan lumpur, sehingga genangan air kembali muncul saat hujan turun.
Pada Jumat (9/1), kegiatan pembersihan difokuskan pada pembukaan drainase dari berbagai material penyumbat.
Alat berat berupa ekskavator dan dump truk dikerahkan untuk mempercepat proses tersebut. Peralatan ini dioperasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Aceh Tamiang dengan dukungan pembiayaan dari Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menariknya, para operator alat berat merupakan putra – putra daerah Aceh Tamiang. Pemberdayaan masyarakat lokal ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam proses pemulihan pascabencana.
Upaya bersama ini menjadi harapan baru bagi Kuala Simpang. Dengan semangat gotong royong dan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, Bukit Tempurung diyakini akan bangkit lebih kuat, lebih tangguh dan kembali menjadi penggerak kehidupan masyarakat Aceh Tamiang. I
