Presiden Prabowo Subianto menargetkan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka turun dalam pidatonya terkait Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok – Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027.
“Karena itu angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,0% hingga 6,5% dari target sebelumnya 6,5% hingga 7,5%,” kata Prabowo.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka harus turun pada rentang 4,30 hingga 4,87% dari target sebelumnya 4,44% sampai dengan 4,96%.
Prabowo mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata.
Prabowo juga menargetkan rasio gini semakin membaik pada rentang 0,362 hingga 0,367 dari target sebelumnya 0,377 hingga 0,380.
Dia menegaskan, jarak orang terkaya dan orang termiskin tak boleh lebar.
“Jarak yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit,” jelasnya.
Kepala Negara menghadiri rapat paripurna DPR pada Rabu hari ini untuk menyampaikan langsung KEM dan PPKF RAPBN 2027
Prabowo menjadi presiden pertama yang menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi makro dan fiskal tahunan pemerintah di hadapan DPR.
Rapat paripurna itu juga membahas evaluasi perubahan kedua Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU Prioritas 2026 dan mendengarkan pandangan fraksi – fraksi terkait dengan RUU Polri usul inisiatif Komisi III DPR. I
