Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) memanfaatkan pendampingan untuk memperbaiki kualitas produksi, menjaga keamanan pangan, serta memperluas pemasaran.
Potensi daerah, dia menambahkan, termasuk untuk produk – produk makanan beku (frozen food) perlu dikembangkan menjadi usaha yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.
“Dorongan ini menjadi pesan agar industri kecil dan menengah di Kabupaten Probolinggo terus berbenah, demikian juga bagi pelaku usaha sejenis di daerah lainnya,” ujar Wamenperin Riza saat berbicara dalam kegiatan Seminar dan Pendampingan Produksi, serta Keamanan Pangan Frozen Food di Kabupaten Probolinggo.
Menurutnya, apabila ada produk IKM dari Kabupaten Probolinggo yang sudah diproduksi dan hendak dipasarkan, maka akan dibantu ke Badan Pengawasan Obat dan makanan (BPOM), dibantu ke Kementerian Kesehatan, juga dibantu untuk mengurus setifikasi halal supaya semuanya terjamin.
Wamenperin Riza juga mendorong produk IKM dari Kabupaten Probolinggo naik kelas dan siap membuka jalan agar produk – produk makanan beku lokal tersebut bisa menembus pasar Jakarta.
“Saya siap membuka jalan agar produk makanan beku lokal bisa menembus pasar Jakarta,” tegasnya.
Dia menyebutkan bahwa produk berkualitas dan pasar yang semakin luas diharapkan mampu memperkuat usaha serta membuka lapangan kerja di daerah.
Kekayaan hasil bumi Kabupaten Probolinggo, kata Wamenperin Riza, harus diolah menjadi produk unggulan bernilai tambah.
“Pelaku usaha perlu memperkuat kemampuan produksi hingga pemasaran dengan syarat yang tegas, yaitu kualitas dan keamanan pangan harus terjamin,” ungkapnya.
Selain itu, dia menuturkan, pendampingan standar kesehatan dan sertifikasi halal menjadi bekal untuk memperkuat kepercayaan konsumen.
Wamenperin Riza juga merencanakan pameran khusus produk Probolinggo di Ibu Kota Jakarta, sehingga melalui langkah ini pelaku IKM diharapkan mampu memperluas pasar dan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat daerah. I






