Presiden Joko Widodo (rompi ungu) meninjau proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. (Istimewa)
Bagikan Artikel

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bisa terintegrasi dengan sejumlah moda transportasi yang ada di Ibukota Jakarta dan sudah bisa diuji coba pada akhir 2022.

“Saya berharap kereta ini bisa terintegrasi dengan LRT Jakarta, MRT Jakarta, sehingga ada sebuah efisiensi waktu kecepatan,” ujar presiden saat meninjau terowongan pertama proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (19/5/2021).

Menurut Jokowi, secara keseluruhan progres pembangunan proyek ini sudah mencapai 73%. Rencananya pada tahun depan, lanjutnya, kereta cepat Jakarta-Bandung sudah memasuki persiapan untuk operasional.

Titik lokasi pertama yang dikunjungi kepala negara dalam peninjauan kali ini adalah Casting Yard #1 yang tepatnya berada di Kelurahan Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Lokasi tersebut merupakan salah satu fasilitas pendukung produksi dan distribusi box girder yang digunakan sebagai penyusun struktur trase proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Setelah itu, Jokowi meninjau lokasi terowongan #1 kereta yang berlokasi di Km 5+500 Tol Jakarta-Cikampek, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi.

Jokowi berharap keberadaan kereta cepat Jakarta-Bandung bisa semakin meningkatkan daya saing Indonesia. Presiden ingin infrastruktur yang dimiliki Indonesia tak kalah dari negara lain.

“Kita harapkan ini menjadi sebuah competitiveness bagi negara kita untuk bersaing dengan negara lain,” tegas Jokowi.

Sebagai informasi, rangkaian kereta cepat Jakarta-Bandung bermula dari Stasiun Halim, Jakarta dan berakhir di Stasiun Tegalluar, Bandung dengan panjang rute 142,3 kilometer dan jarak tempuh 46 menit. I

 

 


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here