Realisasi Investasi Jateng Tahun 2025 Capai Rp88,50 Triliun

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyebutkan bahwa realisasi investasi sepanjang Januari – Desember 2025 di wilayah tersebut mencapai Rp88,50 triliun atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp68,67 triliun.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan bahwa realisasi investasi pada tahun 2025 naik Rp19,83 triliun atau 28,88% dibandingkan dengan periode tahun 2024.

Capaian tersebut terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp37,64 triliun.

Dari sisi aktivitas usaha, total yang terealisasi mencapai 105.078 proyek dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 418.138 orang.

“Kami berkomitmen menjadi manager marketing investasi yang menjamin kepastian hukum, keamanan dan kemudahan berusaha. Investor harus merasa nyaman menanamkan modalnya di Jawa Tengah,” katanya.

Realisasi investasi tahun 2025, dia menambahkan, menjadi bukti bahwa Jateng semakin dipercaya oleh investor, baik dari dalam maupun luar negeri seiring dengan jaminan keamanan, kepastian hukum dan kenyamanan berusaha.

Menurut Lutfhi, Pemprov Jateng akan terus menjadi mitra strategis bagi investor agar pertumbuhan ekonomi daerah semakin inklusif dan berkelanjutan.

Dia menambahkan bahwa lonjakan investasi tersebut tidak lepas dari percepatan perizinan, penguatan kawasan industry dan stabilitas daerah yang menunjukkan kepercayaan investor terus menguat.

“Pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota bergerak cepat memangkas hambatan birokrasi dan memastikan proyek berjalan tepat waktu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Sakina Rosellasari menyebutkan ada lima daerah di Jateng yang andil dalam realisasi PMA dan PMDN pada tahun 2025.

Kelima daerah tersebut adalah Kabupaten Kendal senilai Rp15,86 triliun, Kota Semarang Rp11,15 triliun, Kabupaten Demak Rp 9,06 triliun, Kabupaten Batang Rp6,73 triliun, dan Kabupaten Semarang Rp4,38 triliun.

Baca Juga:  Investasi Tahun 2025 Lampaui Target dengan Serap Pekerja Sebanyak 2,71 Juta Orang

Dia menilai bahwa pemerataan investasi di kawasan Pantura dan sekitar kawasan industri strategis mulai terlihat.

“Kendal, Batang dan Demak menjadi bukti bahwa pengembangan kawasan industri terintegrasi mampu menarik investor besar sekaligus membuka lapangan kerja,” ungkapnya.

Berdasarkan sektor usaha, lima besar realisasi investasi Jateng tahun 2025 didominasi industri pengolahan, yakni industri barang dari kulit dan alas kaki senilai Rp11,37 triliun.

Kemudian, industri mesin, elektronik dan peralatan presisi Rp9,70 triliun, industri karet dan plastik Rp8,96 triliun.

Lalu, industri tekstil mencapai Rp7,97 triliun dan perumahan, kawasan industri, serta perkantoran Rp7,47 triliun.

Dari sisi negara asal PMA, lima besar penanam modal di Jateng pada tahun 2025 adalah Hong Kong senilai Rp12,92 triliun, lalu Singapura Rp11,43 triliun, Republik Rakyat Tiongkok Rp10,13 triliun, Korea Selatan Rp4,96 triliun, dan Samoa Barat Rp2,96 triliun. I

 

Kirim Komentar