Satu Korban Hilang Banjir Bandang Solok Sumbar Berhasil Ditemukan

Satu korban yang sebelumnya masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang yang melanda kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar) berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (25/9).

Dengan ditemukannya korban tersebut, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang Kabupaten Solok menjadi dua orang.

Sebelumnya, satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Setelah dilakukan operasi pencarian dengan mengerahkan berbagai unsur dan sumber daya, korban terakhir yang dinyatakan hilang akhirnya berhasil ditemukan.

Kedua korban meninggal dunia masing – masing berinisial DA (21 tahun) dan A (59 tahun).

Setelah seluruh korban yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan, operasi pencarian dinyatakan selesai dan penanganan selanjutnya difokuskan pada pembersihan, serta pemulihan wilayah terdampak.

Banjir bandang terjadi pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.45 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok.

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan debit sejumlah aliran sungai, termasuk Sungai Batang Laso dan longsor pada bukit di sekitar aliran sungai.

Material longsoran berupa pasir, batu, lumpur dan air kemudian menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok dan permukiman di sekitarnya.

Material banjir juga sempat meluap hingga badan Jalan Raya Solok – Padang yang berada di sekitar kawasan perkantoran pemerintah daerah.

Selain korban meninggal dunia, empat warga mengalami luka. Tiga korban mengalami luka ringan, sedangkan satu korban mengalami luka berat dan telah mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang.

Dampak bencana juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pemerintahan.

Sebanyak 12 gedung perkantoran terdampak, terdiri atas enam gedung mengalami kerusakan berat dan enam gedung mengalami kerusakan ringan.

Baca Juga:  Plt Wali Kota Bekasi Ajak Jemaah Penuhi Masjid

Pada sektor permukiman, sementara tercatat 98 unit rumah terdampak, terdiri atas 19 unit rumah rusak berat, 16 unit rumah rusak sedang, 52 unit rumah rusak ringan, 8 unit rumah terendam, dan 3 unit rumah berada dalam kondisi rawan.

Banjir bandang juga berdampak terhadap tujuh kendaraan roda empat, sedangkan pendataan kendaraan roda dua masih dilakukan.

Pada sektor pertanian, bencana diperkirakan berdampak terhadap sekitar 57 hektare lahan, terdiri atas 42 hektare sawah dan 15 hektare lahan kering.

Dampak terhadap infrastruktur juga tercatat pada lima ruas jalan dan dua jembatan.

Gangguan jaringan air bersih terjadi pada lima kompleks perumahan yang membutuhkan percepatan pemulihan jaringan serta dukungan tandon air.

Jumlah warga yang mengungsi diperkirakan mencapai 480 orang. Warga mengungsi di sejumlah titik, termasuk rumah dinas Wakil Bupati, rumah dinas Bupati, rumah ladang, masjid dan pengungsian secara mandiri.

Setelah operasi pencarian selesai, tim gabungan melanjutkan kegiatan pembersihan material banjir, pemetaan dan pengolahan data wilayah terdampak, serta pendataan pengungsi.

PLN melakukan perbaikan jaringan listrik yang terputus, sementara unsur pekerjaan umum melakukan penanganan jalur aliran sungai dan infrastruktur yang terdampak.

Pemulihan jaringan air bersih juga terus dilakukan melalui perbaikan jalur pipa yang rusak akibat material banjir bandang.

Dukungan logistik dan peralatan melalui Dana Siap Pakai BNPB yang tiba pada 24 September 2026 telah mendukung penanganan masyarakat terdampak.

Bantuan tersebut meliputi 117 paket sembako, satu koli masaji, dua koli selimut, 50 koli family kit, 50 paket alat kebersihan, 50 helm rescue, dan 50 pasang sepatu boot.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah terus mempercepat pendataan masyarakat terdampak, termasuk data rumah rusak, pengungsi dan kebutuhan dasar.

Baca Juga:  Dukungan 56 Ton Logistik untuk Warga Terdampak Bencana dari Sumsel Tiba di Silangit

Data tersebut akan dipadupadankan dengan data kependudukan untuk memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Solok juga menyiapkan Surat Keputusan Bupati mengenai data rumah rusak berat, sedang dan ringan.

Data estimasi untuk dukungan hunian sementara ditargetkan tersedia pada 28 September 2026.

BNPB mengarahkan agar masyarakat terdampak tidak terlalu lama berada di tenda pengungsian.

Pemerintah daerah diminta menyiapkan alternatif tempat tinggal sementara yang aman dan layak, khususnya bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Penanganan selanjutnya akan diarahkan pada pemulihan layanan dasar dan penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Kajian teknis dan risiko terhadap wilayah terdampak juga akan dilakukan sebagai dasar penanganan infrastruktur dan hunian masyarakat.

Dengan ditemukannya satu korban yang sebelumnya masih hilang, seluruh korban yang dilaporkan hilang dalam kejadian banjir bandang Kabupaten Solok telah ditemukan.

Penanganan kini berlanjut pada tahap pembersihan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan percepatan pemulihan wilayah terdampak. I

Kirim Komentar