Bus AKAP yang langgar ketentuan PPK Darurat. (Istimewa)
Bagikan Artikel

Aparat kepolisian menilang sebanyak 36 unit bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) yang melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengancam akan mencabut izin perusahaan bus terkait.

“Jadi ada pemberian sanksi berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan PM (Peraturan Menteri) Nomor 15 Tahun 2019, kemudian PM 117 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan orang dengan angkutan bermotor tidak dalam trayek,” kata Sesditjen Perhubungan Darat Kemenhub Marta Hadisarwono di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (17/7/2021).

Dia menuturkan, ada sejumlah sanksi yang bisa diberikan kepada perusahaan bus. Menurut Marta, sanksi diberikan sesuai pelanggaran.

“Kepada bus yang terbukti membawa penumpang, termasuk pengemudi dan awak bus, tanpa dokumen vaksin dan hasil negatif swab antigen akan diberikan sanksi peringatan tertulis hingga pembekuan kartu pengawasan,” ujarnya.

Marta mengatakan, saat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan polisi terkait pemberian sanksi. Dia menambahkan, ada sanksi tegas yang akan dikeluarkan untuk memberikan efek jera.

“Artinya bus ini semua akan diberi sanksi peringatan tertulis hingga pembekuan kartu pengawasan. Kedua, diberi sanksi peringatan tertulis hingga pembekuan izin penyelenggaraan. Lalu diberi sanksi pembekuan izin penyelenggaraan,” tuturnya.

Marta menjelaskan, tiga izin itu akan kita tinjau kembali dari perusahaan-perusahaan itu. “Sepertinya dari ini akan ada sanksi pencabutan juga nantinya di dalam tiga kriteria itu.”

Seperti diketahui, Ditlantas Polda Metro Jaya menindak bus-bus yang diketahui melanggar aturan syarat perjalanan selama PPKM Darurat. Total, ada 36 unit bus yang ditindak petugas.

Bus-bus tersebut diketahui mengangkut penumpang tidak melalui tiga terminal yang telah ditentukan pemerintah selama PPKM darurat berlangsung. Pemeriksaan syarat perjalanan bagi penumpang pun tidak dilakukan.

“Penumpangnya tidak membawa ketentuan tersebut, tidak membawa kartu vaksin, surat swab antigen, dan sebagainya,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo. I

 

 


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here