Sebanyak 60 Profesional dari 24 Negara Ikuti Indonesia – ICAO DCTP 2026

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDMPU) kembali memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) penerbangan global, melalui penyelenggaraan Indonesia ICAO Developing Countries Training Programme (DCTP) 2026.

Program ini, diikuti 60 profesional penerbangan dari 24 negara anggota International Civil Aviation Organization (ICAO).

Penyelenggaraan Indonesia ICAO DCTP 2026 merupakan tahun keenam keterlibatan aktif Indonesia dalam program pengembangan kapasitas global ICAO.

Kegiatan yang diselenggarakan sejak tanggal 31 Agustus hingga 4 September 2026 ditujukan untuk meningkatkan kompetensi profesional penerbangan, sekaligus memperkuat kerja sama internasional di bidang keselamatan dan pengembangan SDM penerbangan.

Kepala PPSDMPU M. Abrar Tuntalanai mengungkapkan bahwa melalui program ini Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung inisiatif pengembangan kapasitas global ICAO melalui penyelenggaraan program pelatihan berkualitas dan kerja sama internasional.

“Program ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi tenaga pelatihan dan profesional keselamatan penerbangan sekaligus mendorong penerapan ICAO Standards and Recommended Practices (SARPs),” ungkapnya.

Dia menjelaskan, penyelenggaraan DCTP 2026 juga sejalan dengan semangat ICAO melalui inisiatif No Country Left Behind, yang mendorong kesetaraan kesempatan bagi negara – negara anggota untuk meningkatkan kapasitas penerbangannya melalui pelatihan berkualitas dan kolaborasi internasional.

Indonesia ICAO DCTP 2026 diselenggarakan oleh PPSDMPU melalui Politeknik Penerbangan Surabaya bekerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melalui Program Kerja Sama Selatan – Selatan dan Triangular (KSST).

Program tersebut merupakan salah satu upaya Indonesia dalam berbagi pengetahuan, pengalaman dan penguatan kapasitas dengan negara – negara berkembang.

Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri Kementerian Sekretariat Negara Noviyanti menuturkan, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta melalui pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan di organisasi masing – masing dan berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan penerbangan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Indonesia Siapkan Helpdesk Informasi Wisata di KTT ASEAN Ke-42

“Program ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan dan kompetensi yang relevan bagi peserta, tetapi juga membuka ruang untuk berbagi pengalaman, praktik terbaik dan memperkuat kerja sama antarprofesional penerbangan dari berbagai negara,” ujarnya.

Indonesia ICAO DCTP 2026 mencakup empat program pelatihan, yaitu Development TPM for an ATO, Training Managers Course, Training Instructor Course, dan Ramp Safety Awareness.

Tiga program pertama dilaksanakan selama lima hari, sedangkan Ramp Safety Awareness berlangsung selama tiga hari.

Para peserta sebanyak 60 orang tersebut, berasal dari 24 negara antara lain Angola, Bangladesh, Burkina Faso, Ethiopia, Ghana, Indonesia, Iran, Kazakhstan, Kenya, Liberia, Madagaskar, Malaysia, Namibia, Nigeria, Filipina, Rwanda, Sri Lanka, Sudan Selatan, Tanzania, Timor Leste, Togo, Turkiye, Ukraina, dan Vietnam.

Seluruh pelatihan dilaksanakan secara tatap muka berbasis kelas dengan pendekatan yang mendorong interaksi langsung antara instruktur dan peserta.

Kegiatan diisi dengan diskusi, pembahasan kasus, pertukaran pengalaman dan berbagi praktik terbaik di bidang penerbangan.

Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) Suharto menyampaikan bahwa kolaborasi yang dilakukan antara Kemenhub dan Kemsetneg dalam pemberian bantuan pelatihan untuk negara – negara berkembang dapat memperkuat kerja sama internasional dan memberikan manfaat bagi Indonesia dan negara mitra.

“Kolaborasi antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Sekretariat Negara dalam penyelenggaraan Indonesia ICAO DCTP 2026 merupakan wujud nyata komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam pembangunan kapasitas sumber daya manusia di negara – negara berkembang pada sektor transportasi, khususnya penerbangan. Diharapkan kedepannya kolaborasi seperti ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat untuk Indonesia dan negara lain,” kata Suharto.

Melalui Indonesia ICAO DCTP 2026, Indonesia terus memperkuat perannya dalam pengembangan kapasitas SDM penerbangan global.

Baca Juga:  KTT G20 Beri Berkah bagi Pelaku Pariwisata di Bali

Kolaborasi Indonesia, ICAO dan negara – negara peserta diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi profesional penerbangan, serta memperkuat upaya bersama dalam mewujudkan penerbangan sipil yang aman, efisien dan berkelanjutan. I

 

Kirim Komentar