Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyelenggarakan serah terima jabatan kepala badan dari Sahat Manaor Panggabean kepada Abdul Kadir Karding.
Dia mengajak transformasi Barantin dari penjaga gerbang menjadi alat ekonomi dan diplomasi.
“Saya menyadari bahwa amanah dari Presiden kepada saya untuk memimpin Badan Karantina Indonesia merupakan tanggung jawab yang besar dan tidak ringan. Amanah ini adalah tanggung jawab menjaga gerbang Indonesia dari masuknya hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan,” jelas Karding dalam sambutannya di Auditorium Tagor Sutan Harahap BUTTMKHIT, Bekasi, Jawa Barat.
Dia memastikan bahwa keamanan hayati nasional tetap terjaga dan mendukung ketahanan pangan, serta kesehatan masyarakat.
Menurut Karding, prinsipnya jangan sampai upaya pengamanan ini justru menghambat arus ekspor dan impor, sehingga Barantin hadir untuk menjaga keseimbangan antara pelindungan dan kelancaran ekonomi.
“Kita memang harus ketat dalam pengawasan hama penyakit tetapi jangan dibuat lama, sehingga dapat mengganggu perekonomian kita. Ini perintah Presiden Prabowo Subianto untuk mengakselerasi. Segera saya bersinergi dengan kementerian lembaga terkait, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Imipas (Imigrasi dan Pemasyarakatan), Badan Halal, serta Bea Cukai,” ungkapnya.
Amanat kepada jajarannya, Karding berharap dapat terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme dan mengembangkan inovasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi perkarantinaan.
“Saya mengajak seluruh jajaran untuk bersama-sama menjaga integritas, bekerja profesional, efisien, dan mewujudkan budaya kerja yang baik,” ungkapnya.
Dia menuturkan, dalam menguatkan Barantin melalui program jangka pendek dan menengah.
Dalam program Jangka Pendek, lanjutnya, meliputi penguatan tata kelola dan komunikasi, kemudahan layanan dan diplomasi proaktif, sedangkan program Jangka Menengah meliputi membangun kepercayaan global dan duduk setara di meja dunia.
Karding juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kepala Barantin periode sebelumnya Sahat Manaor Panggabean, atas dedikasi, pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan, bahkan banyak capaian dan kemajuan yang telah diraih selama memimpin.
“Selama kepemimpinan beliau, Barantin berhasil meraih beberapa capaian dan kemajuan. Ini menjadi fondasi yang kuat bagi kami untuk melanjutkan dan mengembangkan program serta kebijakan yang telah berjalan dengan baik,” kata Karding.
Dia bersiap untuk melanjutkan tongkat komando dari pemimpin sebelumnya, sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan hayati nasional, Barantin memiliki mandat strategis sesuai Undang – Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.
Keberadaan Barantin krusial untuk mencegah ancaman biologis sekaligus menjamin daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
“Pergantian kepemimpinan ini merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi pemerintahan. Barantin memastikan seluruh layanan karantina kepada masyarakat, eksportir, importir dan pelaku usaha tetap berjalan normal, profesional, serta tidak terganggu selama masa transisi,” ujarnya.
Shahandra berharap pemimpin berikutnya dapat melanjutkan dan mempercepat program – program unggulan Barantin.
Fokus utama ke depan antara lain penguatan digitalisasi, perluasan laboratorium rujukan internasional, pengetatan pengawasan di perbatasan negara dan pendampingan ekspor produk pertanian, serta perikanan Indonesia ke pasar global.
“Seluruh jajaran pegawai Barantin di pusat dan Unit Pelaksana Teknis di seluruh Indonesia menyatakan siap mendukung penuh kepemimpinan Abdul Kadir Karding. Konsolidasi internal akan segera dilakukan untuk memastikan akselerasi program kerja 100 hari dan kesinambungan pelayanan publik,” ungkap Shahandra.
Karding juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, asosiasi pelaku usaha hingga masyarakat, untuk terus bersinergi menjaga Indonesia dari ancaman hama penyakit serta mendorong ekspor komoditas unggulan.
“Melalui semangat kebersamaan dan komitmen kuat, saya yakin Badan Karantina Indonesia akan semakin Kompeten, Unggul, Amanah dan Tangguh (KUAT). Mohon dukungan dan kerja sama dari seluruh jajaran agar amanah ini dapat saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Sebelumnya, Abdul Kadir Karding menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Penyegaran organisasi ini untuk mengoptimalkan capaian program prioritas nasional, khususnya di sektor ketahanan pangan, hilirisasi komoditas dan pelindungan sumber daya hayati Indonesia. I




