TIGA TIPS SUKSES BERUSAHA BAGI PELAKU EKRAF

Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (kanan) bersama pelaku ekraf NTB. (Istimewa)
Bagikan Artikel

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memberikan tiga tips atau strategi jitu untuk meraih kesuksesan dalam berusaha bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Ada tiga tips yang diberikan, Pertama adalah cash is king. Misalnya mengubah sistem penjualan menjadi pre-order. Dengan begitu, pelaku ekraf akan menerima uang tunai terlebih dahulu,” ujarnya di acara “Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2021” di Lombok Epicentrum Mall, Mataram, NTB, Kamis (4/11/2021).

Sandiaga menjelaskan, berdasarkan pengalaman, jangan banyak ‘nyetok’ (menyimpan), karena kalau di aset yang diperlukan adalah perbanyak tunai, jangan terlalu banyak membangun inventori.

“Strategi kita adalah penjualan dan penjualan itu kita lakukan dengan pola preorder. Bagaimana kita punya keyakinan bahwa produk-produk kita dapat terjual terlebih dahulu. Oleh karena itu kita lakukan dengan strategi marketing, ada reseller, drop shipper, dan sebagainya,” katanya.

Kedua, lanjut Sandiaga, content is queen. Dia menambahkan, tampilan visual dari makanan atau minuman yang dijual secara daring ini sangat disarankan agar sebisa mungkin menggambarkan dan menunjukkan jati diri dari kuliner yang ditawarkan.

“Konten dari produk-produk kita ini juga penting. Produk kita memiliki kekuatan, berkualitas, dan memiliki perbedaan dengan produk-produk lain,” jelasnya.

Ketiga, adalah packaging is kingdom, kemasan akan menentukan produk yang dimiliki pelaku ekraf mempunyai keunggulan atau perlu perbaikan.

“Kemasan dinilai penting karena mendorong daya beli. Kalau kemasan tidak menarik dan kurang baik tentu usaha yang ada menjadi tidak optimal,” jelas Sandiaga.

Untuk itu, Kemenparekraf memiliki program Bedah Desain Kuliner Nusantara (Bedakan) dan jangan lupa suatu brand atau nama adalah doa. Jadi kalau namanya misalnya Roti Niat Baik, Insya Allah hasilnya juga baik,” ungkapnya.

Menparekraf berharap ketiga strategi itu dapat diimplementasikan langsung oleh pelaku ekraf di NTB, terlebih menjelang perhelatan internasional World Superbike (WSBK) 2021 pada 19 November 2021 di Sirkuit Mandalika.

“Kami berharap hal itu bisa dipraktikkan langsung. Jadi menjelang WSBK produk-produk ekraf NTB bisa ambil bagian dalam perhelatan internasional dengan kualitas produk yang sudah naik kelas,” tuturnya. I

 


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here