Wali Kota Denpasar Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Banjar Tengah Renon

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih lan Pedudusan Alit di Peryangan Ida Ratu Gede Begawan Penyarikan, Banjar Adat Tengah, Renon, bertepatan dengan Purnama Sasih Kadasa.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara juga turut menandatangani prasasti dan menyerahkan dana hibah sebesar Rp400 juta untuk upakara.

Turut hadir dalam kegiatan ini Anggota DPRD Provinsi Bali Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya dan Wayan Sari Galung, Anggota DPRD Kota Denpasar I Ketut Budiarta, serta tokoh masyarakat setempat dan krama pengempon.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga Banjar Tengah Renon dalam menyelenggarakan karya secara gotong royong.

Menurutnya, kebersamaan krama dalam mempersiapkan hingga melaksanakan yadnya menjadi cerminan nilai luhur budaya Bali yang tetap terjaga.

“Pelaksanaan karya ini menunjukkan kekompakan dan semangat gotong royong krama pengempon. Semoga melalui yadnya ini, warga dianugerahi kerahayuan dan kerukunan dalam menjalani kehidupan sehari – hari,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, upacara Ngenteg Linggih merupakan prosesi sakral untuk melinggihkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya di tempat suci.

Prosesi ini juga sebagai wujud permohonan agar Ida Sang Hyang Widhi Wasa berkenan menetapkan stana-Nya, sehingga dapat memberikan perlindungan, keharmonisan, serta kesejahteraan bagi seluruh pratisentana.

“Upacara ini merupakan prosesi untuk melinggihkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa pada stana-Nya atau Ngenteg, sekaligus memohon anugerah perlindungan dan kesejahteraan bagi umat,” ungkapnya.

Sementara itu, Parwantaka Karya I Made Suwena menambahkan, rangkaian karya telah dimulai sejak 22 Maret 2026 yang diawali dengan upacara Nunas Toya dan Melaspas Taring.

Selanjutnya, pada 23 Maret 2026 dilaksanakan Nunas Piuning, 25 Maret 2026 Ngentegan Beras (Ngingsah), 29 Maret 2026 kegiatan Mecaru Pelinggih Ratu Gede dan Balai Banjar, dan 31 Maret 2026 ada kegiatan Melasti ke Segara.

Puncak karya jatuh pada Rabu, 2 April 2026 bertepatan dengan Wrespati Wage Watugunung yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Wanasari Sanur.

Baca Juga:  Kota Denpasar Raih Penghargaan Opini Kualitas Tertinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman

Rangkaian upacara dilanjutkan dengan Nyinep pada 5 April 2026 dan Meajar-ajar pada 12 April mendatang.

Lebih lanjut dijelaskan, Karya Ngenteg Linggih lan Pedudusan Alit idealnya dilaksanakan maksimal setiap 30 tahun sekali.

Namun demikian, di Pura Ini, karya ini sebelumnya belum pernah dilaksanakan sehingga berdasarkan kesepakatan krama, upacara digelar dengan swadaya masyarakat yang melibatkan sekitar 190 kepala keluarga dan didukung bantuan hibah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar.

Made Suwena mengatakan, pihaknya berharap, seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar dan memberikan kerahayuan dan kerahajengan bagi seluruh Krama Banjar Adat Tengah Renon.

“Kami berharap karya ini dapat berjalan labda karya dan memberikan kerahayuan bagi seluruh krama adat,” jelasnya. I

 

Kirim Komentar