Wali Kota Dorong BMT Perkuat Kepedulian Sosial dan Ekonomi Warga

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mendorong Bairul Maal wa Tamwil (BMT) Bangun Rakyat Sejahtera (BRS) memperkuat peran dalam pemberdayaan ekonomi dan kepedulian sosial masyarakat.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Milad ke-24 BMT BRS di Gajahwong Educational Park, belum lama ini.

Hasto mengapresiasi kontribusi BMT BRS dalam membantu anak yatim dan kaum duafa, sehingga kepedulian tersebut perlu terus diperluas melalui kolaborasi dengan pemerintah, serta masyarakat.

“Selamat ulang tahun Milad ke-24 untuk BMT Bangun Rakyat Sejahtera. Mudah-mudahan membawa manfaat dan barokah untuk kita semuanya,” ujarnya.

Dia mengatakan, masih banyak warga yang membutuhkan perhatian, terutama lanjut usia dari keluarga kurang mampu.

Pemerintah Kota (pemkot) Yogyakarta, lanjutnya, terus mengembangkan gerakan gotong royong untuk membantu kelompok tersebut.

Salah satunya melalui program bedah rumah. Hasto menyebut sejak dirinya dilantik, sebanyak 162 rumah telah dibangun melalui gotong royong tanpa menggunakan APBD maupun APBN.

“Sejak saya dilantik sampai hari ini, sudah 162 rumah kita bangun. Ini full dari gotong royong,” ungkapnya.

Hasto berharap gerakan tersebut dapat diperluas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BMT BRS.

Dia menilai, lembaga keuangan syariah memiliki potensi besar untuk ikut memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Barangkali suatu saat BMT juga bisa bersama – sama untuk bedah rumah bagi warga miskin,” tuturnya.

Selain persoalan sosial, Hasto mengajak BMT BRS ikut menjaga kebersihan lingkungan, terutama sungai.

Menurutnya, kebersihan menjadi bagian penting dalam membangun kota yang nyaman bagi warga dan wisatawan.

Wali Kota menambahkan, Pemkot Yogyakarta terus mendorong gotong royong dalam pengelolaan sampah dan juga menggunakan kegiatan susur sungai sebagai salah satu cara untuk memantau kondisi lingkungan.

Baca Juga:  Tidak Ada Sampah Organik Masuk Depo di Kota Yogyakarta Mulai Januari 2026

“Kami berharap dukungannya untuk kebersihan sungai. Kebersihan sebagian dari iman,” tegasnya.

Dia menyebutkan, Pemkot Yogyakarta telah menyediakan perahu untuk memantau kondisi sungai.

Pemantauan tersebut, sekaligus menjadi upaya mencegah pembuangan dan pembakaran sampah sembarangan.

“Kami membeli perahu untuk kontrol. Kalau saya keliling sungai menggunakan perahu kecil, tujuannya untuk melihat siapa yang membuang sampah di sungai dan siapa yang membakar sampah,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menyoroti perkembangan marketplace dalam aktivitas perdagangan masyarakat dan menilai ketergantungan terhadap platform digital asing menjadi tantangan bagi pelaku UMKM.

Menurutnya, penguatan ekonomi lokal perlu diikuti dengan pengembangan platform perdagangan yang dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha dalam negeri.

“Bagaimana kalau kita punya marketplace lokal? Bapak – Ibu ini pelaku ekonomi. Saya ingin sekali kita punya kekuatan ekonomi sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga BMT BRS Basuki Abdurrahman menambahkan, BMT BRS merupakan lembaga keuangan mikro syariah yang menjalankan fungsi baitul maal wat tamwil.

Selain layanan ekonomi, BMT BRS juga menghimpun dan menyalurkan dana sosial melalui infak dan sedekah.

“BMT BRS hadir dalam rangka menyemarakkan ekonomi syariah. Kami berharap ekonomi syariah bisa membantu masyarakat dari persoalan ekonomi,” ujar Basuki.

Basuki menegaskan, BMT BRS terus berupaya memperluas manfaat bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.

Dia berharap, Milad ke-24 menjadi momentum memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Kami berharap ini bisa menjadi kerja sama dengan program – program Pak Wali terhadap masyarakat Yogyakarta, termasuk kegiatan susur sungai,” katanya. I

 

 

Kirim Komentar