Wali Kota Optimistis Pariwisata Kota Bandung Tumbuh 20%

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan pertumbuhan potensi sektor pariwisata sebesar 20% pada tahun 2026 melalui pembangunan ekosistem industri yang bertahap dan berkelanjutan.

Penegasan ini disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-55 Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia, baru – baru ini.

Kebijakan tersebut diarahkan agar pariwisata memberi manfaat ekonomi nyata bagi pelaku usaha lokal dan masyarakat Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menempatkan pariwisata sebagai mesin fiskal jangka pendek semata.

Pendekatan tersebut dipilih agar industri pariwisata tumbuh kuat sebelum didorong menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami harus membesarkan dulu kapasitas industri dan merealisasikan potensi yang ada. Kalau industrinya sudah kuat, barulah kita bicara bagaimana peluang itu menjadi PAD,” ujarnya.

Farhan menjelaskan sektor pariwisata sangat bergantung pada kesiapan ekosistem, mulai dari infrastruktur, layanan hingga pelaku usaha.

“Ketidaksiapan satu unsur dinilai dapat berdampak langsung pada penurunan kualitas layanan dan kepuasan wisatawan,” ungkapnya.

Dia menyatakan, Pemkot Bandung memilih berperan sebagai fasilitator dan regulator agar industri bergerak sehat.

“Pemerintah itu posisinya di ujung. Jangan di depan. Kalau di depan hanya mikir PAD, industrinya bisa rusak,” tuturnya.

Target pertumbuhan 20% diukur tidak hanya dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga lama tinggal dan nilai belanja wisata.

Pendekatan ini diharapkan meningkatkan pendapatan pelaku usaha, membuka lapangan kerja, dan memperluas perputaran ekonomi lokal.

“Kalau potensi tumbuh 20%, pelaku industri akan happy, wisatawan happy. Dari situ manfaatnya akan kembali ke kota,” jelas Farhan. I

 

 

 

Kirim Komentar
Baca Juga:  Keselamatan KA dan Rencana Elektrifikasi Lintasan Commuter Line Bandung Raya