Progres 92%, Bendungan Mbay Siap Perkuat Ketahanan Air dan Pangan di NTT

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hingga 31 Maret 2026, progres fisik kumulatif telah mencapai 92,12%. Bendungan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan air, sekaligus mendukung produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya infrastruktur sumber daya air dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kita sepakat infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mencapai swasembada pangan. Satu contohnya pembangunan bendungan yang kemudian disalurkan melalui sistem irigasi primer, sekunder hingga tersier langsung ke lahan pertanian,” katanya.

Bendungan Mbay dirancang memiliki kapasitas tampung sebesar 51,74 juta m³. Infrastruktur ini akan meningkatkan layanan irigasi hingga 5.899 hektare, menyediakan air baku sebesar 0,21 m3/detik dan berpotensi mereduksi banjir 283,33 m3/detik.

Pembangunan Bendungan Mbay dilaksanakan melalui dua paket konstruksi dan satu paket supervisi yang saat ini berjalan secara paralel.

Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan bendungan utama, jalan akses, relokasi jalan nasional dan fasilitas operasi, serta pemeliharaan.

Selain konstruksi fisik, Kementerian PU juga terus mendorong penyelesaian pengadaan lahan secara bertahap melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan masyarakat, guna memastikan bendungan dapat berfungsi optimal saat mulai dioperasikan.

“Kita tidak hanya mengejar target, tapi juga menjaga kualitas dan kebermanfaatannya. Semua pekerjaan harus sesuai standar, sehingga bendungan ini benar – benar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” kata Menteri PU.

Dengan progres yang telah mendekati tahap akhir, Kementerian PU optimistis Bendungan Mbay dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan ketahanan air, mendukung produksi pertanian dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur. I

Kirim Komentar
Baca Juga:  Pemulihan Lahan Pertanian di Kampung Toweren Aceh Tengah