Pemerintah terus melakukan transformasi pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Salah satunya adalah memangkas jumlah BUMN CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, pihaknya sudah melakukan evaluasi mendalam selama setahun ke belakang.
Jumlah BUMN menurutnya bisa dipangkas menjadi hanya 200 perusahaan hingga 300 perusahaan dari awalnya ada 1.000 perusahaan.
Hal ini diungkapkan Rosan kala berbicara dalam acara CEO Development Program seperti dikutip dalam akun Instagram pribadinya @rosanroeslani.
“Kita pun sudah melakukan evaluasi secara komprehensif selama setahun ini dan number of companies (jumlah BUMN) akan berkurang secara signifikan dari 1.000 lebih, akan menjadi 200 hingga 300 company saja,” jelasnya.
Danantara Indonesia terus memitigasi dampak – dampak yang terjadi pada proses pemangkasan jumlah BUMN.
Intinya, pemerintah ingin agar BUMN bisa lebih banyak memberikan nilai tambah bagi ekonomi Indonesia.
Rosan menekankan bahwa perencanaan yang baik harus disiapkan agar apa yang dilakukan BUMN bisa berjalan lancar.
Dia juga mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan semua perencanaan dengan cepat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mengerjakan ini, tidak hanya dengan planning yang baik, planning yang solid, tetapi juga dengan apa yang Bapak Presiden sudah menyampaikan, dengan cepat. Supaya manfaatnya bisa dirasakan segera,” jelas Rosan. I





