Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terus mendorong penguatan kemitraan antara pengusaha UMKM Indonesia dan perusahaan global sebagai upaya memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, serta membuka peluang masuk ke rantai pasok regional dan internasional.
Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian UMKM Sudaryano Rahmalifman Lamangkona mengapresiasi program pairing antara pengusaha UMKM dan perusahaan – perusahaan anggota USABC, termasuk Apple Developer Academy dan PepsiCo.
Kegiatan yang diikuti sekitar 200 pengusaha UMKM tersebut diselenggarakan US-ASEAN Business Council (USABC) dan menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kapasitas usaha, sekaligus memperluas jejaring kemitraan.
Melalui inisiatif tersebut, pengusaha UMKM memperoleh kesempatan untuk memperluas jaringan bisnis, mengakses pengetahuan dan teknologi terkini, serta menjajaki berbagai peluang kemitraan yang dapat mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.
“Yang kita butuhkan bukan hanya pelatihan, tetapi kolaborasi yang berkelanjutan. Kemitraan antara UMKM dan perusahaan besar dapat menjadi jembatan untuk memperkuat kapasitas usaha, sekaligus membuka akses ke pasar yang lebih luas,” ujar Sudaryano saat menjadi keynote address pada Lokakarya Innovate to Scale: Mendorong Pertumbuhan UKM Indonesia dengan Inovasi Digital di Kabupaten Badung, Bali.
Menurutnya, transformasi digital tetap menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing UMKM Indonesia.
Pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), dapat membantu pengusaha UMKM meningkatkan produktivitas, memperluas jangkauan pasar dan menciptakan nilai tambah yang dibutuhkan untuk bersaing di tingkat ASEAN maupun global.
“Kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi salah satu kunci agar UMKM dapat tumbuh lebih cepat, lebih efisien dan mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan usaha, Kementerian UMKM terus memperkuat berbagai program prioritas melalui SAPA UMKM.
Layanan pendampingan terpadu tersebut dirancang untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi pengusaha UMKM terhadap konsultasi usaha, pendampingan, pengembangan kapasitas, kemitraan hingga perluasan akses pasar.
Melalui pendekatan yang terintegrasi, SAPA UMKM diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas usaha, sekaligus memperluas peluang pengusaha UMKM untuk terhubung dengan berbagai ekosistem bisnis, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sudaryano berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional dapat terus diperkuat guna mempercepat lahirnya UMKM yang produktif, inovatif dan mampu menjadi bagian dari rantai nilai regional maupun global.
“UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain penting dalam ekonomi digital ASEAN. Dengan inovasi, kolaborasi dan transformasi digital yang inklusif, UMKM Indonesia dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi, sekaligus wajah daya saing Indonesia di pasar dunia,” tutur Sudaryano. I




