Bea Cukai Jalin Sinergi Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor

Bea Cukai, melalui unit – unit vertikalnya di berbagai daerah terus menjalin sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, lembaga pendukung ekspor, dan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi, pendampingan hingga promosi produk Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) yang digelar sepanjang Mei 2026 di Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Banten.

Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan (Kalbagsel) menghadiri Lomba Desain Motif Sasirangan 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Kegiatan bertema Simfoni 5 Abad Estetika Lokal, Sasirangan Identitas Banua itu diikuti pelaku UMKM industri kreatif dan kerajinan sasirangan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Kalbagsel Tutut Basuki memberikan sosialisasi mengenai UMKM siap ekspor.

Materi yang disampaikan mencakup peluang ekspor, dukungan fasilitas kepabeanan dan langkah – langkah yang dapat dilakukan UMKM untuk meningkatkan daya saing produk di pasar global.

Sehari kemudian, pada Kamis (21/06), Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) menggelar sosialisasi bertema Membangun Citra Produk dan Daya Saing Menuju Ekspor di Aula Tamalate Lantai 3 Kanwil Bea Cukai Sulbagsel, Kompleks Gedung Keuangan Negara Makassar.

Kegiatan tersebut menghadirkan Tenaga Ahli Bidang Standarisasi Produk dan Kerja Sama FTA Export Centre Makassar Chairil Burhan, yang membahas strategi branding dan peningkatan daya saing produk lokal, serta Kepala Seksi Perizinan dan Fasilitas II Kanwil Bea Cukai Sulbagsel Salis Helmy Baskara, yang memberikan panduan praktis mengenai tata cara dan prosedur ekspor bagi UMKM.

Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan Bazar UMKM yang diikuti 30 pelaku usaha di selasar depan Gedung Keuangan Negara I Makassar. Kanwil Bea Cukai Sulbagsel menilai sinergi antara Bea Cukai, Sentra UMKM Bank Sulselbar, BSI UMKM Center, Mandiri Export Center, Inkubator Ekspor KUKM, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk melahirkan eksportir baru dari sektor UMKM.

Baca Juga:  Kemendag Dorong Kemitraan Ritel dengan UMKM

Sementara itu, di Bintaro Jaya Xchange Mall, Tangerang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menggelar acara Shafara dan Digiwara pada 22 – 24 Mei 2025.

Kegiatan yang mengusung tema Perluasan Ekosistem Ekonomi Keuangan Syariah dan Digital melalui Akselerasi dan Sinergi untuk Banten Maju dan Sejahtera tersebut diikuti 61 booth produk unggulan Banten dan menampilkan produk dari 114 UMKM melalui Jawaramart.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Ameriza Ma’ruf Moesa mengatakan, festival tersebut bertujuan memperluas ekosistem ekonomi syariah.

“Kantor Perwakilan Bank Indonesia, akan terus berupaya memperluas ekosistem ekonomi syariah di seluruh daerah di Provinsi Banten,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Bea Cukai Banten Ambang Priyonggo menambahkan, keikutsertaan UMKM binaan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Bea Cukai terhadap pengembangan UMKM.

Selain promosi produk, Bea Cukai juga memberikan pendampingan melalui program Klinik Ekspor.

“Bea Cukai siap memberikan asistensi terkait aturan kepabeanan ekspor, termasuk peraturan tentang larangan dan pembatasan,” ujar Ambang.

Gubernur Banten, Andra Soni, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam mendukung penguatan UMKM.

“Momentum ini menjadi langkah strategis bersama untuk meningkatkan daya saing UMKM dan industri halal agar semakin inovatif dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ungkapnya.

Melalui berbagai kolaborasi tersebut, Bea Cukai terus memperkuat perannya sebagai trade facilitator dan industrial assistance dalam mendorong produk – produk unggulan daerah menembus pasar internasional, serta meningkatkan kontribusi ekspor nasional. I

 

 

 

 

Kirim Komentar