BNPB Ingin Kualitas Bangunan Huntap Korban bencana Aceh Terus Disempurnakan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana Hidrometeorologi Siklon Senyar di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNPB menyampaikan bahwa pembangunan Huntap di Kabupaten Bireuen menunjukkan perkembangan yang signifikan dan tidak lama lagi hunian tersebut dapat ditempati oleh masyarakat.

Sebelumnya, Kepala BNPB juga telah meninjau pembangunan Huntap yang tersebar di sejumlah wilayah yaitu di Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, Kecamatan Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur.

Di Kabupaten Bireuen, progres pembangunan Huntap telah mencapai 167 unit yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Jangka, Juli, Samalanga, Peudada, dan Peusangan.

Sementara itu, untuk di Kabupaten Aceh Utara telah selesai tujuh unit dari target Huntap yang dibangun sebanyak 109 unit.

Dalam peninjauan tersebut, Kepala BNPB tidak hanya memantau perkembangan pembangunan fisik hunian, tetapi juga memastikan kualitas bangunan yang telah selesai dikerjakan.

Dia juga berinteraksi langsung dengan warga penerima manfaat guna mendengarkan masukan serta menindaklanjuti berbagai aduan terkait kondisi hunian yang telah ditempati.

“Kami melihat progres pembangunan Huntap di Bireuen cukup baik, yang sudah jadi ada 100 lebih, ya. Targetnya, seluruh pembangunan Huntap di Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat dapat diselesaikan hingga akhir tahun 2027, sehingga masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati rumah yang layak dan aman,” jelasnya.

Saat ini, setiap unit Huntap dibangun dengan nilai bantuan sebesar Rp60 juta. Meski demikian, BNPB masih menemukan sejumlah aspek yang perlu disempurnakan pada beberapa unit yang telah dibangun.

Untuk itu, dia menambahkan, pihak pelaksana pembangunan diminta segera melakukan perbaikan terhadap sejumlah catatan yang ditemukan di lapangan.

Baca Juga:  Laporan Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 3 April 2026

“Kami sudah menyampaikan beberapa koreksi kepada pihak ketiga pelaksana pembangunan dan proses perbaikan akan dilakukan secara bertahap agar kualitas bangunan semakin baik,” jelas Suharyanto.

Berdasarkan hasil dialog dengan warga penerima manfaat, masyarakat menyambut positif bantuan hunian yang diberikan pemerintah.

Menurutnya, pembangunan Huntap menjadi salah satu bentuk dukungan nyata pemerintah bagi kelompok masyarakat yang paling terdampak bencana, khususnya kalangan menengah ke bawah yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir beberapa waktu lalu.

“Rumah merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting. Karena itu, pemerintah hadir untuk membantu masyarakat memperoleh kembali tempat tinggal yang layak sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dengan lebih baik,” ungkapnya.

Masyarakat yang terdampak banjir paling parah adalah kelompok menengah ke bawah, sehingga tentu saja bantuan dari pemerintah pusat dalam bentuk rumah ini mereka sangat bersyukur.

Lebih lanjut, Kepala BNPB menyatakan, apabila nilai bantuan disetujui untuk ditambahkan dari Rp60 juta menjadi Rp70 atau Rp80 juta, maka peningkatan kualitas bangunan dapat dilakukan melalui sejumlah penyempurnaan, seperti pemasangan keramik pada area yang lebih luas, perluasan teras, peningkatan kualitas dinding dan material bangunan, serta penyempurnaan fasilitas kamar mandi dan sanitasi.

“Jadi, uang itu sangat bermanfaat. Kami mudah – mudahan ini bisa terealisasi dan yakin, ya, pemerintah pusat akan mendengar suara dari bawah ini. Nanti, kita buat rumah ini lebih baik dan angka Rp60, Rp70, atau Rp80 juta saya kira untuk rumah tipe 36 itu masih relatif tidak mahal,” tutur Kepala BNPB.

Pembangunan Huntap merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan masyarakat terdampak memperoleh tempat tinggal yang aman, layak dan berkelanjutan. I

Kirim Komentar