BMKG Minta Ada Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Potensi Banjir Sumbar

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merekomendasikan untuk segera dilakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) di Sumatra Barat (Sumbar).

Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi hujan deras dan kebencanaan di wilayah Sumbar.

“Berdasarkan hasil analisa dan kondisi yang terjadi di Sumatra Barat saat ini, rekomendasi kami memohon kepada pihak berwenang untuk segera melakukan TMC,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, akhir pekan lalu.

Modifikasi cuaca dengan cara menabur zat NaCl atau garam ke langit menggunakan pesawat, merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengendalikan potensi awan penghujan.

Upaya tersebut perlu juga diterapkan di Sumbar yang berdasarkan hasil analisa cuaca diprakirakan hingga 22 Mei 2024 berpotensi diguyur hujan intensitas sedang hingga sangat deras.

Kondisi cuaca tersebut sebelumnya telah terdeteksi oleh BMKG sejak 8 Mei 2024.

Bahkan, lanjut Dwikorita, puncaknya telah memicu bencana banjir disertai tanah longsor dengan dampak kerusakan parah di Kabupaten Agam, Tanah Datar dan Kota Padang Panjang, pada Sabtu (11/5/2024) malam.

Dari hasil analisa BMKG mendapati fenomena Sirkulasi Sinklonik atau pembentukan awan dan belokan angin lokal di Sumbar turut berkontribusi derasnya intensitas hujan hingga mencapai lebih dari 300 mm di wilayah itu.

“Dengan demikian TMC diharapkan tidak semakin memperluas jangkauan dan memperparah dampak bencana, sekaligus menunjang kelancaran upaya penanggulangan dampak bencana yang sedang dilangsungkan saat ini,” ujarnya.

Di sisi lain, BMKG akan melaporkan prakiraan kondisi cuaca kepada masyarakat setiap hari dan diharapkan masyarakat terhindar dari bahaya bencana dalam rentang waktu tiga jam sebelum kejadian akan berlangsung, ataupun hingga 10 harian ke depan. I

 

Kirim Komentar
Baca Juga:  Serang Menuju Kota Berdaya dan Berbudaya