BNPB Gelar OMC Siaga Darurat Karhutla Jambi

Pantauan cuaca di sebagian besar wilayah Jambi mulai Dasarian I akan mengalami penurunan curah hujan.

Maksud dari Dasarian I adalah satuan waktu meteorologi yang lamanya tepat 10 hari berturut – turut, yang merujuk secara spesifik pada periode tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 setiap bulannya.

Hal tersebut terjadi seiring masuknya musim kemarau. Kondisi ini mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jambi telah menetapkan status siaga darurat karhutla yang berlaku sejak 27 April 2026 hingga 31 November 2026.

Dengan adanya potensi karhutla dan penetapan status tersebut, Gubernur Jambi meminta dukungan BNPB untuk OMC di wilayahnya.

OMC mulai dilakukan pada 5 Juni 2026 sampai dengan 12 Juni 2026 nanti. Upaya ini diharapkan dapat mengoptimalkan pencegahan maupun meminimalkan terjadinya karhutla.

Operasi BNPB di wilayah Jambi yang melibatkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan TNI AU dipusatkan di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Sementara itu, pesawat dan bahan baku OMC telah tiba di Jambi pada Jumat lalu (5/6).

Pada hari itu juga satu sorti penerbangan OMC menyemai garam sebanyak satu ton pada awan yang berpotensi tumbuh menjadi awan hujan.

OMC berlangsung di sekitar wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Muaro Jambi. Pascaoperasi, hujan terjadi di wilayah Tanjung Jabung Barat dan Muaro Jambi.

Selanjutnya pada Sabtu (6/6), OMC kembali dilakukan dengan jumlah satu sorti. Operasi penyemaian berlangsung di atas wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan terpantau adanya hujan di daerah itu.

Dukungan OMC merupakan komitmen BNPB dalan penanganan kahutla di enam wilayah prioritas di antaranya Jambi.

Hal tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat apel kesiapsiagaan karhutla tahun 2026 di Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, pada 6 Mei 2026.

Kepala BNPB menyatakan pihaknya memberikan dukungan operasi udara, termasuk OMC, di enam provinsi prioritas.

Ini akan dilakukan apabila ada permohonan dari gubernur, sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat.

“Langkah – langkah yang dilakukan untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan kombinasi dari pencegahan dan pemadaman. Untuk operasi pemadamannya dititikberatkan kepada satgas darat ketika api sudah ada,” jelas Suharyanto.

Sebelum api banyak perlu dilaksanakan OMC untuk membasahi gambut, sehingga sulit terbakar dan apabila sudah terjadi kebakaran lebih mudah untuk dipadamkan.

Menyikapi musim kemarau yang berpotensi dapat memperburuk bencana asap akibat karhutla, BNPB menekankan kembali kepada semua pihak instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Karhutla.

BNPB juga mengimbau di antaranya pemerintah daerah bersama masyarakat dan pelaku usaha kehutanan dan pertanian, dapat bekerja sama dalam pencegahan dini. I

 

Kirim Komentar