Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menegaskan, guru merupakan energi utama penggerak pendidikan dan memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi Sumbar Teacher Summit 2026 – Seminar dan Workshop Pendidikan Energy of Teacher, Penerus yang Berilmu, Berkarakter, Percaya Diri, dan Berdaya Saing.
Menurut Mahyeldi, pendidikan merupakan bagian penting dari perjuangan mengisi kemerdekaan, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Oleh karena itu, lanjutnya, peran guru tidak hanya sebatas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, menumbuhkan kepercayaan diri dan mempersiapkan generasi menghadapi perubahan zaman.
“Energy of Teacher mengingatkan kita bahwa guru adalah energi penggerak pendidikan. Guru bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, menumbuhkan kepercayaan diri dan menyiapkan generasi yang berilmu serta berdaya saing,” ujar Mahyeldi.
Dia menyebutkan, berdasarkan Rapor Pendidikan Sumbar 2025, pada jenjang SMA, SMK dan SLB terdapat sekitar 158.414 murid dan 106.926 tenaga pengajar, dengan Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 71,18 atau berada pada kategori Tuntas Pratama.
Capaian tersebut menunjukkan adanya kemajuan, sekaligus masih menyisakan sejumlah tantangan yang perlu dijawab bersama.
Pada aspek literasi dan numerasi, SMA dan SMK masih menghadapi tren penurunan, sementara aspek karakter menunjukkan perkembangan menuju kategori baik.
Pada pendidikan khusus, literasi, numerasi dan karakter justru menunjukkan tren peningkatan menuju kategori baik.
Sementara itu, kualitas pembelajaran dan iklim keamanan sekolah juga memperlihatkan tren positif.
“Namun, penurunan iklim kebinekaan pada SMA, SMK, dan SMALB harus menjadi perhatian kita. Sekolah harus menjadi ruang yang aman, inklusif, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan persatuan,” katanya.
Mahyeldi menuturkan, kekuatan utama pendidikan Sumbar tetap berada pada kualitas dan kapasitas tenaga pendidik.
Data Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar per Bulan Mei 2025 mencatat sebanyak 20.558 guru telah tersertifikasi dan sekitar 96,6% guru telah berkualifikasi S1/D4.
Sementara itu, terdapat sekitar 18.386 guru ASN dan 2.540 guru honorer.
Di sisi lain, Sumbar juga menghadapi tantangan regenerasi tenaga pendidik. Sekitar 39,1% guru diproyeksikan memasuki masa pensiun dalam empat hingga lima tahun ke depan.
Kondisi tersebut, lanjut Mahyeldi, menuntut perhatian serius terhadap regenerasi guru sekaligus keberlanjutan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Dia menilai Sumbar memiliki modal yang kuat untuk menjawab tantangan tersebut.
Saat ini terdapat 1.548 Guru Penggerak, sebanyak 1.078 guru memenuhi syarat menjadi kepala sekolah dan 174 Guru Penggerak telah dipercaya menduduki posisi kepala sekolah.
Menurutnya, potensi dan inovasi guru juga perlu terus mendapat ruang apresiasi dan pengembangan. Jumlah GTK yang menerima penghargaan tercatat meningkat dari 43 orang pada 2023 menjadi 139 orang pada 2024.
Sementara pada tahun 2025, sebanyak 390 GTK berpartisipasi dalam Apresiasi GTK Sumbar.
“Berbagai wadah, seperti Komunitas Belajar, MGMP, MKKS, Rumah Pendidikan, dan ruang kolaborasi lainnya harus terus kita optimalkan. Semangat dari Teacher Summit ini jangan berhenti di forum, tapi dibawa kembali ke sekolah dan diwujudkan dalam aksi nyata di ruang kelas,” ungkapnya.
Gubernur juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan serta perubahan dunia kerja menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi.
Teknologi dapat membantu menyediakan informasi dan memperluas akses pengetahuan, tetapi peran guru dalam membangun cara berpikir, karakter, nilai dan keteladanan tetap tidak tergantikan.
“Kita ingin generasi Sumatera Barat mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri. Semangat ini sejalan dengan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, sehingga kemajuan ilmu dan teknologi tetap berjalan bersama akhlak, karakter dan budaya,” jelasnya.
Mahyeldi berharap Sumbar Teacher Summit 2026 menjadi momentum memperkuat ekosistem pendidikan melalui semangat belajar, berbagi, berinovasi, dan berkolaborasi.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan berdaya saing melalui pendidikan yang berkualitas, merata, serta berkeadilan, menurutnya, merupakan bagian penting dari arah pembangunan Sumbar.
“Jangan biarkan kegiatan ini hanya menjadi sebuah acara. Jadikan ia sebagai gerakan bersama untuk menghadirkan pendidikan Sumatera Barat yang semakin maju, bermutu, berkarakter dan berdaya saing. Guru Hebat, Pendidikan Bermutu, Sumatera Barat Maju dan Bermartabat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Mahyeldi juga menerima Piagam Penghargaan dari Indonesia Inspiring Teacher sebagai Tokoh Inspiratif Pendidikan, atas pengabdian dan dedikasinya dalam dunia pendidikan untuk mewujudkan pendidikan berkualitas menuju Indonesia Emas.
Sumbar Teacher Summit 2026 berlangsung pada 13 – 14 Agustus 2026 dengan menghadirkan narasumber Prof. Eko Indrajit. I
