Ini Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 24 April 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimpun rangkaian peristiwa bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Kamis (23/4) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (24/4) pukul 07.00 WIB.

Dari hasil pendataan, terdapat tiga kejadian baru yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi.

Kejadian yang pertama adalah banjir bandang yang menerjang Desa Simangumban Julu dan Desa Aek Nabara di Kecamatan Simangumban Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara, Rabu (22/4) pukul 18.20 WIB.

Peristiwa ini dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sehingga menyebabkan terjadinya banjir bandang.

Tercatat sebanyak 150 Kepala Keluarga (KK) dan 150 unit rumah terdampak, serta satu jiwa luka luka, untuk kerugian material dilaporkan sebanyak 3 unit rumah warga hanyut, satu jembatan hilang, satu musala dan satu fasilitas pendidikan terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara bersama unsur terkait melakukan asesmen di lokasi terdampak dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, serta desa setempat.

Kondisi terkini yang dilaporkan pada hari Kamis (23/4) jaringan listrik masih padam dan Gereja GKPA Simangumban, serta kantor Desa Aek Nabara dijadikan tempat pengungsian sementara oleh warga.

Kejadian berikutnya adalah kebakaran hutan dan lahan di Gampong Meudang Ara yang berada di wilayah Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa Provinsi Aceh pada Kamis (23/4) pukul 12.00 WIB.

Hasil dari assessment di lapangan, peristiwa ini dipicu oleh salah satu warga yang membakar sampah pada siang hari kemudian merembet, sehingga menyebabkan dua hektare lahan gambut terbakar.

BPBD Kota Langsa beserta dinas pemadam kebakaran Kota Langsa menurunkan 3 unit armada pemadam dan dua unit tangki suplai guna memadamkan api di lokasi.

Kejadian berikutnya adalah cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur pada hari Rabu (22/4) pukul 14.50 WIB.

Baca Juga:  Ini Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana pada 20 Januari 2025

Peristiwa ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang disertai angin kencang, sehingga menyebabkan atap beberapa rumah warga rusak.

Peristiwa ini terjadi di Desa Semen yang berada di wilayah Kecamatan Paron, tercatat sebanyak 7 KK dan 7 unit rumah terdampak.

BPBD Kabupaten Ngawi melakukan koordinasi, kaji cepat dan pembersihan di lokasi terdampak.

Menyikapi rangkaian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah.

Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman.

Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air dan memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi.

BNPB juga terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang.

Masyarakat diminta menjauhi pohon atau struktur yang berpotensi roboh atau tumbang, seperti papan reklame dan bangunan rapuh. I

Kirim Komentar