KEMENHUB DORONG KOLABORASI PEMBANGUNAN KAPAL

Acara “Keel Laying Ceremony” pembangunan dua unit kapal angkut semen di galangan kapal PT Sumber Marine Shipyard, Batam, Rabu (11/5/2021). (Istimewa)
Bagikan Artikel

Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan terus mendorong kolaborasi antara perusahaan galangan kapal nasional dengan perusahaan pelayaran nasional.

Menurut Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) R. Agus H. Purnomo, dukungan kolaborasi tersebut dalam rangka penyediaan kebutuhan kapal dalam negeri melalui pembangunan kapal pada galangan kapal domestik.

“Kolaborasi itu sangat dibutuhkan, terutama untuk meningkatkan kegiatan pembangunan kapal di dalam negeri dan memenuhi kebutuhan kapal-kapal berbendera Indonesia,” katanya dalam sambutan yang dibacakan Direktur Perkapalan dan Kepelautan Capt. Hermanta pada acara “Keel Laying Ceremony” pembangunan dua unit kapal angkut semen di galangan kapal PT Sumber Marine Shipyard, Batam, Rabu (11/5/2021).

Dia menuturkan, selama ini kebutuhan-kebutuhan kapal tersebut sebagian telah dipenuhi oleh negara secara bertahap melalui pembangunan kapal baru, khususnya untuk angkutan perintis, tapi tidak untuk angkutan komersial.

“Kita di Indonesia masih butuh kapal-kapal seperti kapal kontainer, kapal general cargo, tug and barge, bulk carrier, kapal angkut semen, cemical, kapal oil and gas bahkan kapal-kapal offshore. Apalagi sebagian kapal berbendera Merah Putih sudah waktunya untuk diremajakan, sehingga kebutuhan akan kapal selalu meningkat,” tuturnya.

Oleh karena itu, Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub selalu mendorong terjadinya kolaborasi pelayaran dan galangan kapal nasional. Hal itu juga mendorong sektor maritim Indonesia dapat lebih cepat berkembang, bahkan akan mendukung terwujudnya Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Capt. Hermanta menjelaskan, ditengah suasana pandemi Covid-19, pembangunan kapal  memiliki makna yang sangat berarti bagi Indonesia. Sebab proyek ini dapat menciptakan lapangan kerja, seperti yang saat ini tengah dilakukan oleh PT Sumber Marine Shipyard.

“Proyeknya adalah membuat kapal angkus semen dan ini akan menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit tentunya, dimana saudara-saudara kita saat ini banyak yang membutuhkannya,” jelasnya.

Menurut dia, pemerintah ikut berbangga dan memberikan apresiasi karena pembangunan kapal ini akan menggunakan kandungan lokal yang sebesar-besarnya, sehingga industri penunjangnya, seperti pelat, kabel, lampu  dan sebagainya, akan ikut menerima dampak positifnya.

Capt. Hermanta berharap, pembangunan kapal sukses sesuai dengan waktu yang ditetapkan dan kapal yang dibangun juga sesuai dengan standar internasional dan memenuhi peraturan perundang-undangan dalam negeri. I


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here