KEMENHUB UKUR DAN SERTIFIKASI 178 KAPAL TRADISIONAL DI KEPULAUAN SERIBU

Penyerahan dokumen sertifikasi kapal di Kepulauan Seribu, Jakarta. (Istimewa)
Bagikan Artikel

Sebanyak 178 kapal tradisional dengan tonase kotor kurang dari tujuh Gross Ton (GT) di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta dilaksanakan pengukuran dan pemeriksaan aspek kelaiklautan kapal oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Bukti sertifikasi kapal-kapal tersebut adalah pemberian dokumen pas kecil secara gratis, tanpa dipungut biaya.

Pas Kecil merupakan dokumen penting yang merupakan salah satu tanda bukti kepemilikan kapal, Surat Tanda Kebangsaan Kapal, serta dokumen kapal yang dipersyaratkan untuk kapal berlayar dalam memenuhi aspek keselamatan dan keamanan pelayaran.

Menurut Kepala Kantor KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu Johan Christoffel, kegiatan pengukuran kapal ini masih akan terus berlangsung di seluruh pulau di wilayah Kepulauan Seribu.

“Dihimbau kepada masyarakat Kepulauan Seribu atau pemilik kapal yang belum memiliki pas kecil agar segera mengajukan permohonan untuk dilaksanakan pengukuran untuk persyaratan proses sertifikasi,” ujarnya dalam rilis kementerian.

Johan menyatakan bahwa setiap kapal yang berlayar harus memiliki Pas Kecil agar memenuhi status hukumnya, sehingga diharapkan dalam waktu dekat seluruh kapal yang ada di wilayah kerja KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu sudah tersertifikasi.

“Hal Ini akan banyak membantu para pemilik kapal tidak hanya mendapatkan sertifikat tapi juga bisa menambah nilai investasi kapal tersebut,” jelasnya.

Dia menambahkan, kegiatan gerai pengukuran kapal merupakan salah satu program dari Kemenhub yang merupakan arahan langsung dari bapak Menteri Perhubungan saat kunjungan kerjanya pada Juni lalu di Pulau Untung Jawa.

Gerai pengukuran tersebut bertujuan untuk membantu dan memberikan kemudahan bagi masyarakat kecil untuk memperoleh status hukum kapalnya yang dimiliki, yaitu kapal tradisional di bawah GT.7.

“Dalam pelaksanaan kegiatan pengukurannya diikuti oleh para ahli ukur kapal dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, KSOP Kelas III Sunda Kelapa dan tentunya KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu,” ungkap Johan.

Selanjutnya sebagai informasi, berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, pemeriksaan keselamatan kapal dilaksanakan secara terus menerus sesuai dengan validasi sertifikat kapal tersebut dalam pemenuhan aspek kelaiklautan kapalnya.

Setiap kapal yang berlayar dilaut wajib didaftarkan dan memiliki Surat Tanda Kebangsaan Kapal termasuk bagi kapal di bawah GT 7, sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Pelayaran. I

 

 

 


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here