KEMENPAREKRAF BENTUK TIM MANAJEMEN KRISIS KEPARIWISATAAN UNTUK KOTA BATU

Bencana banjir di kawasan wisata Kota Batu, Jawa Timur. (Istimewa)
Bagikan Artikel

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) fokus untuk pemulihan pariwisata Kota Batu Jawa Timur, setelah diterjang banjir bandang pada Kamis (4/11/2021).

Menparekraf/Kepala Baparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan keprihatinannya atas bencana yang menimpa salah satu kawasan wisata andalan di Provinsi Jawa Timur ini.

Oleh sebab itu, dia menambahkan, pihaknya membentuk tim manajemen krisis kepariwisataan untuk memulihkan dampak bencana di Kota Batu.

“Kami sangat prihatin, dan perlu digaris bawahi penanganan kasus (harus) penuh empati, dan harus kita lakukan segera,” tuturnya dalam Weekly Press Briefing, Senin (8/11/2021).

Oleh karena itu, Sandiaga menyatakan, Kemenparekraf sudah membentuk tim manajemen krisis kepariwisataan dengan fokus pemulihan Kota Wisata Batu.

Menurutnya, fokus pemulihan pariwisata yang akan dilakukan untuk Kota Batu ini mencakup sosialisasi, dan edukasi bencana.

Dia menuturkan, dengan pola komunikasi yang baik dan edukasi bisa menimbulkan rasa aman dan tentram untuk para wisatawan maupun pelaku ekonomi kreatif.

“Kami bersama pemda setempat akan fokus dalam upaya mitigasi dan kami akan mendata berapa besar dampaknya kepada aksesibilitas, amenitas, dan atraksi di destiansi wisata,” ungkapnya.

Kota Batu ini juga merupakan andalan dari pariwisata dan penciptaan lapangan kerja, maka hasil dari mitigasi tersebut akan kita tuangkan dalam rencana aksi untuk pemulihan.

Sandiaga menegaskan bahwa melalui langkah koordinasi dan eksekusi, wisata berbasis edukasi kebencanaan bisa diwujudkan, seperti di beberapa tempat.

Sebelumnya, di Aceh sudah ada Kapal Apung atau PLTD yang merupakan warisan Tsunami tahun 2004.

“Hal seperti itu bisa digunakan sebagai sarana mengedukasi masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan bencana, karena Indonesia berada pada Ring of Fire. Dengan perubahan iklim, tentunya kami mengantisipasi cuaca ekstrim untuk tidak semakin terdampak langsung pada penyelenggaraan kepariwisataan dan ekonomi kreatif,” tambahnya.

Sandiaga juga berencana membuat MoU dengan BMKG untuk bersama melakukan pendekatan antisipasi kepada masyaratakat dalam menghadapi bencana.

Hingga saat ini, Kemenparekraf telah berkordinasi dengan pemerintah Kota Batu untuk bergerak mempercepat penyaluran bantuan melalui Geber (Gerak Bersama Parekraf Peduli).

“Bekerja sama dengan BMKG, kami akan menuangkan MoU-nya agar kita bisa melakukan pendekatan, yaitu bagaimana masyarakat bisa mengantisipasi kejadian bencana,” ungkapnya. I

 


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here