KEMENPAREKRAF-BNPT KOLABORASI KEMBANGKAN PROGRAM ANTI RADIKALISME DI SEKTOR PAREKRAF

Rencana Alokasi Lahan KKTN Kota Bima. (istimewa)
Bagikan Artikel

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk mengembangkan program anti radikalisme lewat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menurut Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan ada beberapa daerah yang dipilih BNPT menjadi Kawasan Khusus Terpadu Nusantara (KKTN) sebagai soft approach pencegahan perkembangan radikalisme dan terorisme.

Sejumlah daerah yang dimaksud adalah Bima, Nusa Tenggara Barat dan Malang, Jawa Timur yang memiliki potensi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Bima juga berada di bawah wilayah koordinatif  Badan Pariwisata  Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Kemenparekraf karena dua kecamatannya masuk dalam Kawasan Cagar Biosfer Komodo,” katanya saat audiensi dengan BNPT secara virtual, Selasa (10/8/2021).

Oleh karena itu, lanjut Sandiaga, ada beberapa program di Kemenparekraf/Baparekraf yang dapat disinergikan dengan program BNPT. Di antaranya pengembangan desa wisata, pembangunan creative hub, serta pendampingan dan pelatihan terkait pengembangan skill di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Bima juga memiliki desa wisata seperti Desa Wisata Maria di Kecamatan Wawo yang patut dikembangkan potensinya, serta pelatihan dan bimtek dari Kemenparekraf ini dapat disinergikan dengan program anti radikalisme BNPT,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Boy Rafli Amar menjelaskan, Bima menjadi salah satu daerah prioritas pelaksanaan program anti radikalisme.

Selain NTB dan Jawa Timur, lanjut Boy, ada tiga daerah lain yang dijadikan KKTN oleh BNPT, yaitu Jawa Barat, Jawa Barat, dan Sulawesi Tengah.

“KKTN ini merupakan sarana soft approach berbasiskan pada pembangunan kesejahteraan sebagai upaya kita dalam konteks deradikalisasi. Tahun ini, ada dua KKTN yang sedang kita persiapkan, yaitu Jawa Timur dan NTB,” tuturnya.

Mantan Kapolda Papua ini menyatakan, ada tiga pilar kegiatan yang dilakukan di lokasi KKTN, yakni kegiatan perekonomian, edukasi, dan pariwisata.

“Karena ada pengembangan pariwisata di KKTN jadi kami berkoordinasi dengan Pak Menteri. Dengan harapan ada dukungan dari Kemenparekraf untuk hadir bersama-sama di lokasi tersebut,” ujar Boy. I

 

 


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here