KEMENTERIAN PUPR BANGUN INTAKE SUNGAI SEPAKU UNTUK SUPLAI AIR BAKU IKN NUSANTARA

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pembangunan infrastruktur dasar pendukung Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara meliputi jalan dan jembatan, bendungan, drainase, intake air baku, hunian bagi pekerja serta penyiapan lahan kawasan (land development).

Pembangunan infrastruktur IKN Nusantara dilaksanakan secara bertahap dengan mengusung konsep Future Smart Forest City of Indonesia, sehingga tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Pada tahap awal di tahun 2022-2024, pembangunan yang akan menjadi prioritas Kementerian PUPR meliputi KIPP  seluas 6.671 hektare.

“Saya ingin kita semua punya semangat yang kuat untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya. Kita ingin menghasilkan karya infrastruktur yang berkualitas yang memperhatikan lingkungan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Menurutnya, pembangunan IKN merupakan sejarah baru untuk mewujudkan peradaban baru dan Kementerian PUPR ingin mengimplementasikan betul sejarah baru ini.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja menegaskan bahwa infrastruktur dasar, seperti air baku, air bersih dan sanitasi, jalan dan jembatan, drainase dan embung, sangat penting untuk mengawali pembangunan IKN Nusantara.

“Tentunya ini menunjukkan kesungguhan Pemerintah dalam membangun IKN, sehingga pada tahap berikutnya investasi bisa masuk dan bergulir,” jelasnya.

Sebagai upaya penyediaan air baku di IKN Nusantara, Kementerian PUPR tengah melaksanakan pembangunan Intake Sungai Sepaku berkapasitas 3000 liter/detik.

Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Harya Muldianto menjelaskan, Intake Sungai Sepaku ini dibangun dengan konsep Bendung Gerak (obermeyer) dan memiliki lebar bendung 117,2 meter, serta tinggi bendung 2,3 meter.

“Intake Sungai Sepaku dibangun untuk menyediakan air baku sebesar 3.000 liter/detik yang kami kerjakan mulai dari Oktober 2021, sampai dengan April 2023. Saat ini, progres fisiknya sebesar 38%, masih on schedule,” jelasnya.

Baca Juga:  Kementerian PUPR Rehabilitasi dan Rekonstruksi 12 Jalan dan Jembatan di Sulawesi Tengah

Adapun pekerjaan meliputi tubuh bendung (main dam), dinding bendung, feeder canal, kantong lumpur, dinding hilir dan hulu, pekerjaan apron, kolam olak, serta pekerjaan Building Information Modelling (IBM).

“Kami sedang melaksanakan pekerjaan pembersihan di area tugu bendung. Area terbuka ini nantinya untuk bangunan intake, setelah ada bangunan intake nanti aliran air dari Sungai Sepaku masuk ke arah kantong lumpur, kemudian dipompa dari rumah pompa. Untuk pekerjaan pondasinya sendiri sudah selesai,” tutur Harya.

Sesuai dengan instruksi Menteri Basuki, pembangunan Intake Sungai Sepaku juga dipercepat supaya dapat segera memenuhi penyediaan air baku di IKN Nusantara.

“Target kami untuk commissioning test pada akhir Desember nanti. Hal ini sesuai instruksi Pak Menteri. Saat ini, Obermeyer sedang dalam proses pengiriman, nanti setelah Obermeyer dan pompa selesai dipasang, maka progres fisik sudah 60%. Kalau sudah terpasang langsung 90%. Mengingat pekerjaan yang volumenya besar ada pada hydro mechanical,” ujar Harya.

Selain itu, dalam mendukung infrastruktur penyediaan air baku di kawasan IKN Nusantara, Kementerian PUPR juga tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Sepaku Semoi yang ditargetkan rampung pada awal tahun 2023.

Kemudian, disiapkan pula pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bendungan Sepaku Semoi dengan potensi untuk memenuhi kebutuhan air baku sebesar 5.000 liter/detik.

Kementerian PUPR juga telah melakukan studi kelayakan terhadap Bendungan Selamayu K2021 dengan potensi air baku sebanyak 3.950 liter/detik. I

 

 

 

 

Kirim Komentar