KESIAPAN PROKES DI DESTINASI WISATA SAMBUT LIBUR LEBARAN 2022

Pemeriksaan kondisi kesehatan sebelum memasuki destinasi wisata. (Istimewa)
Bagikan Artikel

Mobilitas masyarakat Indonesia pada musim libur Lebaran tahun 2022 telah dilonggarkan oleh pemerintah seiring dengan penanganan pandemi Covid-19 yang semakin terkendali.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno bergerak cepat meninjau sejumlah destinasi wisata yang ada di DKI Jakarta.

Hal itu dilakukan guna memastikan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan secara disiplin dan untuk memastikan pihak pengelola destinasi telah mengawasinya dengan ketat.

Taman Impian Jaya Ancol (TIJ Ancol) menjadi kawasan pertama yang ditinjau Menparekraf Sandiaga, karena menjadi objek wisata favorit wisatawan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi tersebut mencapai 9.282.441 orang pada tahun 2019.

“Kita lihat kesiapan kawasan wisata di Provinsi DKI Jakarta, khususnya Taman Impian Jaya Ancol, yang akan menerima kenaikan kunjungan wisatawan, karena mobilitas masyarakat yang semakin meningkat usai hari raya, yang kita prediksi angkanya sekitar 55.000 pengunjung,” katanya.

Sandiaga melihat langsung alur ticketing di pintu masuk bagian Timur TIJ Ancol.

Mulai dari pengecekan suhu tubuh (pengunjung yang diperbolehkan masuk suhu badan kurang dari 37,3 derajat celcius) dan check-in di aplikasi PeduliLindungi (untuk memudahkan tracing jika ada yang terkena virus), hingga kegiatan wisata di Pasar Seni dan Beach Pool.

Protokol kesehatan (prokes) 3M juga tidak luput untuk selalu diterapkan saat berkegiatan.

Pengunjung wajib menggunakan masker selama berada di kawasan TIJ Ancol, menjaga jarak aman, dan tidak lupa untuk mencuci tangan.

Pihak pengelola TIJ Ancol juga telah menerapkan beberapa aturan pada musim libur Lebaran tahun ini sesuai dengan peraturan PPKM Level 2, di antaranya kapasitas pengunjung yang dibatasi, maksimal hanya 75% atau sekitar 90.000 orang. I

 

 


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here