KEMENTERIAN PUPR TATA KAWASAN WISATA GUNUNG KEMUKUS

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendampingi Ketua DPR Puan Maharani dalam peresmian kawasan wisata Gunung Kemukus di Jawa Tengah. (Istimewa)
Bagikan Artikel

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan kawasan wisata Gunung Kemukus di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.

Penataan itu bertujuan untuk mengembalikan fungsi sesungguhnya kawasan Gunung Kemukus sebagai destinasi wisata religi dan wisata keluarga di Sragen dan sekitarnya.

Pada kawasan Gunung Kemukus terdapat makam Pangeran Samudro yang dikenal sebagai penyiar agama Islam di  kaki Gunung Lawu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, ketersediaan infrastruktur yang memadai akan mengubah wajah kawasan Gunung Kemukus, sekaligus mempercepat pengembangan destinasi wisata.

“Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan event baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul,” ujarnya saat mendampingi Ketua DPR Puan Maharani meresmikan penataan kawasan wisata Gunung Kemukus, Rabu (27/4/2022).

Turut hadir dalam acara, Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto, Ketua Komisi IV DPR Sudin, Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti, dan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Hadir mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, dan Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja.

Selain itu, hadir juga Kepala BBPJN Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta Wida Nurfaida, Kepala BBWS Pemali Juana M. Adek Rizaldi, Kepala BBWS Bengawan Solo Agus Rudyanto, Kepala BPPW Jawa Tengah Cakra Nagara, dan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Wilayah Jawa III (Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta) Salahuddin Rasyidi.

Penataan kawasan Gunung Kemukus dilaksanakan selama 390 hari kalender sejak tanggal kontrak September 2020 dan telah selesai pada Desember 2021.

Anggaran penataan kawasan bersumber dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp48,4 miliar yang dilaksanakan secara Multi Years Contract (MYC) 2020-2021 dengan Kontraktor Pelaksana PT Aset Prima Tama dan PT Inti Mulya Multikencana sebagai Manajemen Konstruksi dibawah tanggung jawab Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR.

Ruang lingkup penataan kawasan Gunung Kemukus yang ditangani Kementerian PUPR seluas empat hektare meliputi pembangunan Gerbang Barong, penataan Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) Sumberlawang dan dermaga, serta pekerjaan visitor center/plaza penerima tamu.

Selain itu, penataan ruang terbuka hijau publik Sendang Ontrowulan, penataan situs Makam Pangeran Samudro, penataan jalan lingkungan, penataan waterfont park/kawasan tepian air (promenade), pekerjaan fasilitas klinik dan Balai Budaya.

Konsep penataan kawasan adalah dengan tetap melindungi elemen-elemen bangunan yang memiliki nilai sejarah secara komprehensif yang disesuaikan dengan keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal.

Sementara itu, Ketua DPR Puan Maharani menuturkan, setelah dilakukan penataan, kawasan wisata Gunung Kemukus diharapkan bisa menjadi ikon baru destinasi pariwisata di Kabupaten Sragen.

Jadi, lanjutnya, citra baru kawasan Gunung Kemukus sebagai wisata religi dan wisata keluarga diharapkan dapat mendorong berkembangnya perekonomian kawasan setempat.

“Setiap wilayah pasti memiliki ikon wisata. Saya berharap dengan penataan yang sudah cantik ini dapat mengubah image Gunung Kemukus yang sebelumnya, menjadi lebih baik dan membawa berkah bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat sekitarnya,” tuturnya.

Penataan kawasan Gunung Kemukus menjadi bagian dari pengembangan pariwisata di Kota Solo dan sekitarnya, seperti Museum Purbakala Sangiran sekaligus terintegrasi dengan pengembangan kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur.

Secara geografis, objek wisata Gunung Kemukus terletak 29 km dari Kota Solo dan 34 km dari Sragen kota. I

 

Kirim Komentar

Bagikan Artikel