Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimpun laporan kejadian bencana dan penanganannya yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat pada periode Senin (7/9) sampai Selasa (8/8) pukul 07.00 WIB.
Dalam kurun waktu tersebut, peristiwa kebakaran hutan dan lahan masih menjadi atensi pemerintah di beberapa wilayah Tanah Air.
Adapun yang pertama, kebakaran lahan terjadi di Desa Kebumen, Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pada Senin (7/9) pukul 12.50 WIB.
Kejadian dipicu pembakaran sampah yang diperparah angin kencang dan kondisi lahan kering.
Luas lahan terdampak diperkirakan seluas 2 hektar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Damkar Kab. Kebumen melakukan kaji cepat dan pemadaman. Api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa.
Berikutnya kebakaran lahan terjadi di Gampong Kayee Adang, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh pada Senin (7/9) pukul 16.04 WIB.
Penyebab masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Luas lahan terdampak sekitar 1 hektare.
BPBD Kabupaten Aceh Besar mengerahkan 3 unit armada damkar dan api berhasil dipadamkan pukul 18.45 WIB.
Selanjutnya di Kabupaten Mesuji, Lampung. Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi Senin (7/9) pukul 16.00 WIB.
Titik api berada di Desa Fajar Indah Kecamatan Panca Jaya dan Desa Sidomulyo Kecamatan Mesuji. Luas lahan yang terbakar mencapai 19,5 hektare.
BPBD Kabupaten Mesuji berkoordinasi dengan unsur terkait dan melakukan asesmen. Api berhasil dipadamkan dan nihil korban jiwa.
Kejadian serupa juga terjadi di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur pada Minggu (6/9) pukul 13.00 WIB.
Lahan seluas 2 hektare yang berada di Desa Jatiprahu Kecamatan Karangan hangus terbakar. Kebakaran diduga akibat sisa puntung rokok yang dibuang di area lahan.
Personel BPBD Kabupaten Trenggalek bersama TNI/POLRI, perangkat desa dan warga melakukan assessment dan penanganan. Api berhasil dipadamkan pada Senin (7/9)
Tidak hanya karhutla, BNPB juga mencatat telah terjadi banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Banjir akibat curah hujan tinggi dan jebolnya tanggul ini terjadi pada Senin (7/9). Sebanyak tiga kecamatan terdampak, yaitu Batang Sarangan, Padang Tualang dan Tanjung Pura.
Berdasarkan pendataan sementara 1.110 KK dengan 1.110 unit rumah terdampak. Ketinggian air di bervariasi sekitar 20 sampai dengan 120 centimeter.
Kondisi terkini masyarakat masih bertahan di rumah. BPBD Kabupaten Langkat telah menyalurkan sembako, 2 unit tenda keluarga, 2 unit perahu fiber dan berkoordinasi dengan unsur terkait, serta menyiapkan personil siaga di lokasi terdampak.
BNPB mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di area kering, serta segera melapor ke BPBD atau Damkar apabila melihat titik api.
Untuk pemerintah daerah agar secara rutin melakukan patroli di wilayah yang rawan kebakaran dan menyiagakan personel, serta peralatan guna melakukan pemadaman secara cepat ketika ditemukan adanya titik api.
Kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan luapan sungai, mengamankan dokumen penting dan mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi.
Sementara itu, bagi pemerintah daerah agar secara rutin memantau kondisi tanggul sungai dan menyiapkan personel dan peralatan untuk melakukan penanganan darurat jika terjadi banjir. I







