Pemkot Bandung Dongkrak Wisata Jadi Penggerak Ekonomi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong penguatan sektor pariwisata sebagai motor utama penggerak ekonomi.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan usai menghadiri acara Travel Mart Jabar Istimewa di Hotel Horison Ultima Bandung.

Dia menilai, forum seperti Travel Mart yang digagas Parwindo (Perhimpunan Industri Pariwisata Indonesia) menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh investasi yang telah dibangun di sektor pariwisata dapat terpromosikan secara optimal.

Menurutnya, kolaborasi antara investor, pelaku usaha, provider dan seller menjadi kunci agar produk wisata Bandung mampu dikemas dalam paket yang menarik dan kompetitif.

“Acara seperti ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa apa yang telah dibangun oleh para investor dan pelaku industri pariwisata bisa dijajakan dalam paket-paket yang menarik oleh para seller,” jelas Farhan.

Dia mengungkapkan, pergerakan wisatawan ke Kota Bandung menunjukkan angka yang signifikan.

Tercatat hampir 24 juta perjalanan dengan mendekati 12 juta wisatawan masuk ke Kota Bandung.

Angka tersebut dinilai memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan industri pariwisata dan ekonomi kota.

Menurut Farhan, pariwisata merupakan bagian dari strategi besar perekonomian Kota Bandung yang dirumuskan dalam konsep tourism, trade and investment.

Kehadiran wisatawan akan memicu transaksi ekonomi yang luas, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi hingga UMKM.

“Adanya tourism akan menghadirkan banyak transaksi. Dari transaksi itulah kita harapkan bisa mengundang banyak investment datang ke Kota Bandung,” tuturnya.

Farhan menyebutkan, meskipun Kota Bandung tidak memiliki banyak destinasi wisata alam di dalam wilayah administratifnya, kota ini merupakan bagian dari Cekungan Bandung yang kaya potensi wisata alam.

Oleh karena itu, dia mendorong para pelaku industri untuk mengemas paket wisata terintegrasi lintas wilayah.

Baca Juga:  Tim SAR Gabungan Temukan Sembilan Kantong Jenazah Korban Longsor Bandung Barat

“Bandung itu bagian dari Cekungan Bandung. Wisata alamnya banyak sekali. Misalnya ngopi di Kota Bandung, jalan – jalan ke Tahura, healing ke Ciwidey. Hal – hal seperti itu bisa dikemas oleh anggota Parwindo,” ungkapnya.

Ke depan, Farhan berharap, Parwindo dapat terus menjadi hub atau penghubung antara provider dan seller industri pariwisata, sehingga Bandung tetap menjadi salah satu destinasi unggulan di Indonesia.

Selain pengemasan produk wisata, peningkatan kualitas infrastruktur dasar juga menjadi perhatian utama.

Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, Pemkot Bandung berkomitmen membenahi infrastruktur agar wisatawan merasakan pengalaman yang nyaman dan berbeda saat berkunjung.

Di tengah tantangan persoalan sampah, Farhan menegaskan dua aspek utama yang terus dijaga adalah keamanan dan kebersihan.

Dia memastikan wisatawan harus merasa aman berjalan kapan pun dan di mana pun di Kota Bandung, tanpa gangguan parkir liar maupun tindak kriminalitas.

“Wisatawan harus merasa aman mau jalan jam berapa pun, keluar hotel, tidak ada parkir liar, tidak ada begal. Itu tidak boleh,” tegasnya.

Farhan juga menyinggung kasus eksibisionis yang sempat terjadi di kawasan Asia Afrika dan memastikan pelaku telah diamankan.

“Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga citra dan rasa aman bagi wisatawan,” tegasnya.

Dari sisi kebersihan, Farhan menyatakan tidak boleh ada sampah yang terlihat saat wisatawan memulai aktivitas pagi, terutama karena Bandung tengah mengembangkan konsep sport tourism.

Dia memastikan petugas kebersihan telah mulai bekerja sejak pukul 04.00 pagi.

“Bandung menjual sport tourism. Tidak boleh pukul 06.00 WIB masih ada sampah di pinggir jalan. Itu sebabnya petugas penyapu jalan sudah mulai bertugas sejak pukul 04.00 WIB,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Travel Mart, sekaligus Wakil Ketua DPP Parwindo, Eko Purwono menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan kunjungan wisata dan percepatan kemajuan pariwisata di Jawa Barat.

Baca Juga:  Pentingnya Kolaborasi Wujudkan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan

Travel Mart diikuti 58 seller dari Jawa Barat, Provinsi Jakarta dan Yogyakarta, meliputi destinasi wisata, perhotelan, restoran, kafe hingga pusat oleh – oleh.

Kegiatan ini juga menghadirkan 102 buyer potensial dari agen perjalanan wisata dan mitra bisnis pariwisata.

Melalui skema Business to Business (B2B), para peserta difasilitasi melakukan presentasi produk, penjajakan kerja sama, hingga transaksi yang diharapkan mampu meningkatkan pergerakan industri wisata di Jawa Barat.

Anggota DPR Komisi Fathi, yang turut hadir mengapresiasi keseriusan Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung industri pariwisata.

Dia mengajak para pelaku usaha untuk tidak ragu membawa wisatawan sebanyak-banyaknya ke Jawa Barat, khususnya Kota Bandung.

“Melalui forum ini mudah-mudahan bisa bisnis match, bisa saling kenal dan melakukan optimalisasi bagi buyer maupun seller pariwisata. Selamat untuk Parwindo, semoga bermanfaat bagi Indonesia dan Jawa Barat, khususnya Kota Bandung,” tuturnya. I

Kirim Komentar