Serang Menuju Kota Berdaya dan Berbudaya

0
43
Bagikan Artikel

Kota Serang yang aman, bersih dan nyaman ditempati menjadi impian semua orang. Sebagai Ibu Kota Provinsi Banten, Kota Serang pun terus tumbuh dan berkembang. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan dunia usaha, geliat ekonomi, pemanfaat sistem informasi dan teknologi, pembangunan infrastruktur dan mengembangkan kearifan lokal.


Serang yang masuk ke dalam Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) nasional adalah kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala internasional, nasional atau beberapa provinsi. Dengan demikian, pelaksanaan pembangunan di wilayah ini harus dirancang untuk bisa melayani kegiatan berskala besar, naik internasional, nasional maupun regional.
Kota ini memiliki fasilitas pendukung yang memadai untuk menopang geliat ekonomi berskala besar. Infrastruktur transportasi massal yakni Kereta Api yang terhubung dengan Kereta Api Comuter Line (KRL) dan menghubungkan kota-kota strategis di barat Pulau Jawa.


Fasilitas Kereta Api Kota Serang sudah terhubung pada rute Jakarta-Serpong-Rangkasbitung-Serang-Merak, sebuah rute strategis di pulau Jawa. Tiap hari terdapat ratusan ribu orang yang memanfaatkan rute tersebut.


Selain itu, terdapat infrastruktur jalan tol yang menghubungkan Jakarta-Merak dimana dua pintu masuk dan keluar tol terdapat di kota tersebut yakni Pintu Tol Serang Timur dan Pintu Tol Serang Barat.

Walikota Serang Provinsi Banten Syafrudin sadar betul terhadap potensi strategis Kota Serang. Dengan potensi strategis itu, Walikota sangat berkeinginan untuk mengubah Kota Serang menjadi kawasan perkotaan yang maju, yang berdaya dan berbudaya masyarakatnya yang didukung dengan kearifan local. Serang ke depan adalah sebuah kota yang terdepan dalam bidang pendidikan, jasa, dan perdagangan menuju Kota Smart (Smart City).


Syafrudin yang dilantik sebagai Walikota Serang pada 5 Desember 2018 lalu itu menjelaskan dalam membangun Kota Serang, tidak bisa mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kota yang 10 Agustus tahun ini genap berusia 13 tahun itu memiliki PAD sebesar Rp200 miliar, sedangkan total APBD sebesar Rp1,3 triliun.
Namun, di tangan Sang Walikota, banyak hal yang sudah dikerjakan, terutama dari segi infrastruktur dan moda transportasi hingga ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kota Serang. Walikota Serang sangat serius dalam membenahi infrastruktur, konektivitas jalan, transportasi, pendidikan, fasilitas Kesehatan sakit dan penataan lingkungan hidup.


Walikota konsisten dalam mengimplementasikan tahapan program pembangunan sebagaimana amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Serang tahun 2018 – 2023 dengan lima sasaran utama yakni mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan berbudaya.


Kemudian terpenuhinya infrastruktur daerah yang berorientasi pada peningkatan pembangunan wilayah, terwujudnya kualitas lingkungan hidup dalam menjamin pembangunan berkelanjutan, tercapainya pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas dan inklusif berbasis potensi keunggulan lokal daerah, dan terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih serta layanan publik yang prima berbasis teknologi informasi.


Beberapa program unggulan sudah disiapkan dan sedang berjalan saat ini antara lain pembangunan alun – alun atau ruang publik di setiap kecamatan, kampung / kelurahan tematik, pembangunan masjid agung, pengembangan smart city, dan peningkatan destinasi wisata, termasuk wisata religi dan berbasis kearifan lokal.
Sedangkan program mendesak , terdiri dari penataan PKL, pengurangan kemacetan, pengelolaan persampahan, dan pengurangan spot genangan air dan penegakkan Peraturan Daerah. Program-program tersebut dilaksanakan dalam rangka menuju Serang sebagai kota yang berdaya dalam segala hal dan menjunjung tinggi budaya setempat. I


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here