Politeknik Transportasi Darat Bali (Poltrada Bali) memperingati Dies Natalis ke-7 dengan menggelar rangkaian kegiatan edukatif bagi generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung pada 1 0 2 Oktober 2026 di Kampus Poltrada Bali, Tabanan, tersebut mengangkat tema keselamatan berlalu lintas, teknologi tepat guna dan edukasi transportasi.
Sebanyak 99 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali mengikuti rangkaian kegiatan pada hari pertama.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Poltrada Bali memperluas manfaat pendidikan vokasi, sekaligus menanamkan budaya keselamatan berlalu lintas dan pemanfaatan teknologi sejak dini.
Pada 1 Oktober 2026, para siswa mengikuti pembelajaran interaktif di lingkungan Kampus Poltrada Bali.
Selain mendapatkan materi, siswa diajak mengenal dan mempraktikkan sejumlah teknologi tepat guna, seperti alat pemberi pakan ikan otomatis, line follower atau robot autonomous, serta alat penyiram tanaman otomatis.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada cara kerja, fungsi dan manfaat teknologi dalam menyelesaikan kebutuhan sehari – hari.
Pendekatan praktik diharapkan dapat mendorong rasa ingin tahu, kreativitas dan kemampuan siswa dalam memahami penerapan teknologi di lingkungan sekitar.
Selain teknologi tepat guna, Poltrada Bali memberikan edukasi Safety Riding dan SALUD (Sadar Lalu Lintas Usia Dini).
Materi tersebut mencakup pengenalan potensi risiko di jalan, pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan pembentukan perilaku aman, serta bertanggung jawab sebagai pengguna jalan.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada 2 Oktober 2026 sekaligus menjadi bagian dari puncak peringatan Dies Natalis ke-7 Poltrada Bali.
Pada kesempatan tersebut, Poltrada Bali meresmikan Taman Lalu Lintas Poltrada Bali sebagai sarana edukasi keselamatan berlalu lintas, khususnya bagi anak – anak usia dini.
Taman Lalu Lintas menjadi sarana pembelajaran yang memungkinkan anak – anak mengenal rambu, marka, aturan dasar dan perilaku aman di jalan melalui metode bermain sambil belajar.
Dengan pendekatan tersebut, edukasi keselamatan diharapkan lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak – anak.
Direktur Poltrada Bali Firga Ariani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Poltrada Bali, dengan dukungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga keselamatan dan penguasaan teknologi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tapi juga bermanfaat bagi kehidupan sehari – hari,” jelas Firga.
Menurutnya, keselamatan berlalu lintas dan teknologi tepat guna merupakan pengetahuan penting yang perlu dikenalkan sejak dini agar para siswa tumbuh menjadi generasi yang aman, kreatif dan adaptif.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat Dies Natalis ke-7 Poltrada Bali untuk terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Tiga Provinsi Bali I Putu Jaya Negara mengapresiasi kolaborasi Poltrada Bali dan BPSDMP dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lingkungan pendidikan vokasi.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Poltrada Bali dengan dukungan BPSDMP. Para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga kesempatan untuk melihat, mencoba dan memahami penerapan teknologi serta pentingnya keselamatan berlalu lintas,” ungkap Jaya Negara.
Dia menambahkan bahwa pengalaman ini diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-7 Poltrada Bali menunjukkan komitmen institusi dalam memperluas manfaat pendidikan vokasi kepada masyarakat.
Melalui edukasi keselamatan berlalu lintas, pengenalan teknologi tepat guna dan penyediaan sarana pembelajaran, seperti Taman Lalu Lintas, Poltrada Bali berupaya mendukung pembentukan generasi muda yang memiliki kesadaran keselamatan, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan tersebut juga memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, mitra transportasi dan masyarakat dalam mendukung edukasi keselamatan, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang transportasi. B







