Pembentukan Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Banten dimaksudkan untuk menginventarisasi aset milik pemerintah daerah untuk pemanfaatan kepentingan publik.
Tim ini, kata Wakil Gubernur (Wagub) Achmad Dimyati Natakusumah, juga bertugas untuk membantu konflik pertanahan yang ada di masyarakat.
Hal itu disampaikan pada pembukaan rapat pembentukan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di Aula Baduy Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang.
Menurut Dimyati, tim ini nanti membuat daftar inventarisir masalah terkait masalah agrarian dan melakukan sosialisasi termasuk bagaimana mengimplementasikan penyelesaiannya.
“Tugas tim menginventarisir masalah, nanti dilihat permasalahan yang ada kemudian sosialisasi dan implementasi terkait dengan reforma agraria. Jadi, yang diharapkan sehingga masyarakat tahu, jangan sampai masyarakat tidak tahu, ujungnya adalah tadi ketidakadilan yang tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dimyati melihat, tim yang dibentuk tahun lalu ini sudah cukup baik dalam menjalankan tugas, tapi beberapa catatan masih ditemukan, yaitu soal wakaf, hibah, batas tanah, hak guna bangunan, hak guna usaha, hak milik, dan hak pakai tanah.
Maka, lanjutnya, untuk meminimalisir permasalahan tersebut, diperlukan koordinasi yang baik antara pihak – pihak tertentu dari leading sektornya, yaitu BPN. Yang penting menurutnya adalah mengedepankan kepentingan dan membantu masalah tanah di masyarakat.
“Sertifikat tanah saat ini sudah elektronik, sehingga masyarakat semakin mudah, gampang, lebih efisien dan lebih murah dalam mendapatkannya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Provinsi Banten Harison Mocodompis mengatakan, tugas tim ini untuk mengkoordinasikan konsensus nasional reforma agraria yaitu penataan aset dan penataan akses pendampingan atau pemberdayaan masyarakat.
Dua kegiatan ini perlu kolaborasi antara BPN dengan seluruh pemangku kepentingan di Banten. “Jadi, kami menyatukan langkah untuk tahun ini,” jelasnya. I




